Ke

INA | ENG

INA | ENG
Margin Financing

Hubungi Kami
Hubungi Customer Service kami di
Telp. +6221 8066 8585
Email ke cs@maybank-ke.co.id

Hubungi Helpdesk Online Trading (KE Trade) kami di
Telp. +6221 8066 8686
Email ke
helpdesk-ketrade@maybank-ke.co.id

Kunjungi Kantor kami di
Gd. Sentral Senayan III Lantai 22,
Jl. Asia Afrika No. 8,
Gelora Bung Karno, Senayan
Jakarta 10270, Indonesia
Telp. +6221 8066 8500
Fax.  +6221 8066 8501

  • Sekilas Tentang Marjin
  • Cara Kerja Marjin
  • Cara Kerja Margin Call
  • Marginable Securities
  • Risiko
  • Fasilitas Pembiayaan Marjin Maybank Kim Eng memungkinkan Anda memperluas dan memaksimalkan peluang trading Anda. 

    • Sekilas Tentang Marjin

      Sekilas Tentang Marjin

      Mengapa menggunakan fasilitas pembiayaan (Marjin)?

      • Daya beli investor terhadap saham dapat meningkat.
      • Mendapatkan bunga lebih murah dibandingkan dengan penggunaan rekening reguler, yaitu sebesar 17% per tahunnya.
      • Transaksi menjadi lebih maksimal dibanding jaminan awal.

      Contoh perbedaan antara Rekening Marjin dan Rekening Reguler :

      Rekening Margin

       

      Rekening Reguler

      Dengan saham deposit senilai Rp 200.000.000 dan nilai valuasi saham sebesar 100%, nasabah mendapatkan fasilitas pembiayaan maksimal sebesar Rp 400.000.000.

       

      Dengan saham deposit senilai Rp 200.000.000 yang telah diperhitungkan nilai valuasi saham sebesar 80%, nasabah hanya mendapatkan limit transaksi sebesar Rp 160.000.000.

      Denda keterlambatan sebesar 17%.

       

      Denda keterlambatan sebesar 22%.

      Jika tidak melakukan deposit dana T+5 maka tidak dilakukan force selling.

       

      Jika tidak melakukan deposit dana T+5 maka akan dilakukan force selling.

    Not yet a client?
  • Maybank Kim Eng Securities memiliki beberapa persyaratan untuk membuka rekening marjin.

    • Cara Kerja Marjin

      Cara Kerja Marjin

      Syarat membuka rekening marjin Maybank Kim Eng Securities:

      • Memiliki rekening reguler di Maybank Kim Eng Securities selama 1 (satu) bulan dan telah melakukan sekurang-kurangnya 20 (dua puluh) kali transaksi.
      • Memiliki nilai jaminan sekurang-kurangnya Rp 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah) atau 200% (dua ratus persen) dari nilai pembelian Efek pada saat transaksi atau, tergantung mana yang lebih tinggi.
      • Persyaratan Efek yang dapat ditransaksikan dengan pembiayaan penyelesaian transaksi Efek dan yang dapat digunakan sebagai Jaminan Pembiayaan sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Bursa Efek dalam peraturan Otoritas Jasa Keuangan (d.h. Bapepam) no V.D.6. Pemberian Fasilitias Transaksi Margin.

    Not yet a client?
  • Margin call merupakan batas presentase yang mengharuskan Nasabah untuk menambah jumlah uang setoran, sebagai akibat dari turunnya harga saham yang dimiliki (dalam hal ini rasio yang ditentukan oleh IDX adalah sebesar 65%).

    • Rasio Pembiayaan
    • Bagaimana cara menghitung rasio marjin?
    • Bagaimana mengembalikan rasio marjin menjadi 65%?
    • Apa itu Margin Call?

      Rasio Pembiayaan

      Rasio pembiayaan (Margin Ratio) berarti perbandingan antara total nilai Fasilitas Pembiayaan yang digunakan oleh Nasabah untuk Transaksi Marjin dengan nilai Jaminan Pembiayaan (jika berupa Efek nilainya sesuai dengan Daftar Efek yang Dapat Dijaminkan oleh Perusahaan/ DEDJP) yang diserahkan oleh Nasabah kepada PT Maybank Kim Eng Securities (PT MKES).

      Bagaimana cara menghitung rasio marjin?

      Cara menghitung rasio marjin:

      Total transaksi pembelian saham nett ⁄ Jumlah keseluruhan saham × 100

      Contoh:

      Deposit awal                                        : Rp 200.000.000

      Total transaksi pembelian saham           : Rp 550.000.000

      Total transaksi pembelian saham nett    : 550.000.000 – 200.000.000 (Deposit awal) = 350.000.000

      Rasio marjin                                         : 350.000.000 ⁄ 550.000.000 × 100 = 63,64%

      Keterangan:

      • Karena rasio marjin masih berada di 63,64%, nasabah masih dapat membeli saham hingga batas maksimal, yaitu pada rasio marjin sebesar 65%.
      • Cara menghitung batas maksimal pembelian saham di rasio 65%: 

         Pembiayaan marjin - (Total saham yang dibeli × Rasio marjin maksimum) ⁄ 1 - rasio marjin maksimum

         = 350.000.000 - (500.000.000 × 0,65) ⁄ 1 - 0,65

         = 350.000.000 - 375.500.000 ⁄ 0,35

         = (7.500.000) ⁄ 0,35

         = (21.428.571)

      Dari penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa sisa limit yang belum digunakan dan bisa digunakan untuk pembelian saham yaitu sebesar Rp 21.428.571,- atau sebesar maksimal dari fasilitas pembiayaan yang disetujui, tergantung mana yang lebih rendah.

      • Jika nilai pembelian yang dimasukkan melebihi batas maksimal, misalnya sebesar
        Rp 24.500.000,- sistem akan secara otomatis menolak pemasukan saham tersebut karena telah melebihi batas maksimal rasio.

       

      Bagaimana mengembalikan rasio marjin menjadi 65%?

      Terdapat dua cara untuk mengembalikan rasio marjin ke 65%:

      1. Deposit dana atau saham marjin

      Apabila terjadi penurunan saham yang mengakibatkan rasio naik menjadi lebih dari 65%, maka nasabah harus melakukan deposit dana atau saham marjin agar rasio kembali menjadi 65%.

      Contoh:

      Deposit awal                                         : Rp 200.000.000

      Total transaksi pembelian saham            : Rp 550.000.000

      Total transaksi pembelian saham nett     : 550.000.000 – 200.000.000 (deposit awal) = 350.000.000

      Nilai penurunan harga saham sebesar 10%:

      = 550.000.000 (total transaksi pembelian saham) x 10% (penurunan saham)

      = 55.000.000

      Nilai harga saham setelah penurunan 10%:    

      = 550.000.000 (total transaksi pembelian saham) - 55.000.000 (penurunan saham)

      = 495.000.000

      Rasio margin setelah penurunan saham: 

      Total transaksi pembelian saham nett ⁄ Jumlah keseluruhan saham × 100

      = 350.000.000 ⁄ 495.000.000 × 100 = 70%

      Keterangan:

      • Karena terjadi penurunan saham sebesar 10% (Rp 55.000.000,-), maka rasio berubah menjadi 70% dan jumlah saham yang semula dibeli sebesar Rp 550.000.000,- nilainya menjadi turun, yaitu menjadi Rp 495.000.000,-
      • Untuk menurunkan rasio marjin menjadi 65%, maka nasabah harus melakukan top up/penambahan dana atau deposit saham ber-marjin atau melakukan penjualan/forced sell.


      Cara menghitung besarnya top up yang harus dilakukan ketika rasio marjin telah melebihi 65%:

      Total transaksi pembelian saham nett – (Nilai harga saham setelah penurunan x rasio marjin maksimal)

      = 350.000.000 – (495.000.000 x 0,65)

      = 350.000.000 – 321.750.000

      = 28.250.000

      Keterangan:

      • Dari penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa karena adanya penurunan harga saham sebesar 10%, nasabah harus melakukan top up/penambahan dana sebesar Rp 28.250.000 (belum termasuk fee).
      • Setelah top up/penambahan dana sebesar Rp 28.250.000, maka rasio marjin kembali menjadi 65%. Perhitungannya sebagai berikut: 

      350,000,000 - 28,250,000 ⁄ 495,000,000 × 100 = 65

      Cara menghitung besar deposit saham yang harus dilakukan ketika rasio marjin telah melebihi 65%:

      Total transaksi pembelian saham nett / 65% - Nilai harga saham setelah penurunan / 100%

      = 350,000,000 / 65% - 495,000,000 / 100%

      = 538.461.538 – 495.000.000

      = 43.461.538

      Keterangan:

      • Dari penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa karena adanya penurunan harga saham sebesar 10%, nasabah harus melakukan deposit saham ber-marjin sebesar Rp 43.461.538 (belum termasuk fee).
      • Setelah deposit saham sebesar Rp 43.461.538, maka jumlah keseluruhan saham menjadi: 

      495.000.000 (nilai harga saham setelah penurunan) + 43.461.538 = Rp 538.461.538

      • Setelah deposit saham sebesar Rp 43.461.538, maka rasio margin kembali menjadi 65%. Perhitungannya sebagai berikut:

      350.000.000 / 495.000.000 + 43.461.538 x 100

      = 350.000.000 / 538.461.538 x 100

      = 65

       

      2. Forced sell

      Jika rasio marjin telah berada di atas batas maksimal (65%) dan nasabah belum melakukan top up/penambahan dana ataupun deposit lebih dari 3 (tiga) hari, maka nasabah akan dikenakan forced sell. Cara menghitung besar forced sell yang harus dilakukan ketika rasio marjin telah melebihi 65%:

      Amount of financing - (Collateral pledge x 0,65) / 1 - 0,65

      = 350.000.000 - (495.000.000 x 0,65) / 0,35

      = 350.000.000 -321.750.000 / 0,35

      = 28.250.000 / 0,35

      = 80.714.285

      Keterangan:

      • Dari penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa karena adanya penurunan harga saham sebesar 10%, nasabah harus melakukan deposit sebesar Rp 28.250.000 (belum termasuk biaya), ataupun deposit saham sebesar Rp 43.461.538, namun jika nasabah tidak juga melakukan top up/penambahan dana ataupun deposit hingga lebih dari 3 (tiga) hari, maka jumlah forced sell yang akan dikenakan dari akun marjin nasabah yaitu sebesar Rp 80.714.285 (belum termasuk biaya).
      • Setelah forced sell sebesar Rp 80.714.285, maka rasio marjin kembali menjadi 65%. Perhitungannya sebagai berikut: 

      495.000.000 (nilai harga saham setelah penurunan) + 43.461.538 = Rp 538.461.538

      • Setelah deposit saham sebesar Rp 43.461.538, maka rasio margin kembali menjadi 65%. Perhitungannya sebagai berikut:

      350.000.000 - 80.714.285 / 495.000.000 - 80.714.285

      = 65%

      Apa itu Margin Call?

      Margin call merupakan batas presentase yang mengharuskan Nasabah untuk menambah jumlah uang setoran, sebagai akibat dari turunnya harga saham yang dimiliki (dalam hal ini rasio yang ditentukan oleh IDX adalah sebesar 65%).

    Not yet a client?
  • Marginable Securities dikeluarkan oleh Bursa Efek tiap akhir bulan yang berlaku untuk bulan berikutnya.

    • Marginable Securities

      Marginable Securities

      Marginable Securities dikeluarkan oleh Bursa Efek tiap akhir bulan yang berlaku untuk bulan berikutnya.

      Persentase

       

      Diatur oleh IDX

       

      Trigger Limits

      Untuk Compliance

       

      Pinjaman/Jaminan

      Margin Awal

       

      50%

      Margin Call

       

      65%

      Forced Selling / Penjualan

       

      80% atau 3 hari berturut-turut dalam posisi Margin Call

      Konvensi yang digunakan

       

      X (dengan jaminan senilai 100% dari nilai pasar)

      1. Jika nilai Jaminan Pembiayaan mengalami penurunan sehingga nilai pembiayaan melebihi 65% dari nilai Jaminan Pembiayaan, maka Perusahaan Efek wajib melakukan Permintaan Pemenuhan Jaminan kepada nasabahnya dan nasabah wajib memenuhi Permintaan Pemenuhan Jaminan, sehingga nilai pembiayaan tidak melebihi 65% dari nilai Jaminan Pembiayaan.
      2. Dengan fasilitas pembiayaan marjin, nasabah tidak perlu melakukan top up/penambahan dana ataupun forced sell di hari ke-5 (lima) seperti halnya rekening reguler, kecuali rasio marjin menjadi di atas 65%.
      3. Nilai saham yang dimiliki ditetapkan secara harian, yaitu pada harga pasar terakhir dari hari sebelumnya.
      4. Mohon hubungi Investment Consultant atau Pelayanan Pelanggan kami bila Anda memerlukan bantuan.

    Not yet a client?
  • Berikut adalah beberapa risiko utama yang ada dalam trading marjin

    • Leverage
    • Margin call
    • Ekspos dan trading yang melewati batas
    • Track Record
    • Electronic Trading

      Leverage

      Pembiayaan Marjin adalah sebuah produk pendanaan. Profil risiko dan imbal baliknya diperbesar beberapa kali lipat. Dengan jumlah marjin awal yang dibutuhkan untuk melakukan transaksi dengan relatif lebih kecil dibandingkan dengan nilai transaksi, pergerakan pasar yang relatif kecil akan memiliki dampak yang lebih besar secara proporsional yang dapat mengakibatkan kerugian yang melebihi marjin awal/modal yang ditanamkan.

      Margin call

      Bila pasar bergerak melawan arah dari yang Anda miliki, hal ini akan dapat berdampak pada marjin call atau permintaan untuk menambah deposit dana bersamaan dengan perusahaan yang menutup kekurangan akan tingkat marjin yang dibutuhkan untuk mempertahankan posisi.

      Jika Anda tidak dapat memberikan dana tambahan, broker Anda dapat menutup posisi tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada Anda. Anda juga masih bertanggung jawab terhadap kerugian lebih lanjut yang disebabkan oleh hal ini.

      Ekspos dan trading yang melewati batas

      Investor seringkali hanya melihat marjin yang dibutuhkan dan seringkali kurang sadar dan mengambil nilai kontrak sepenuhnya ke dalam akunnya. Saat trading dengan kontrak yang berjumlah besar, potensi eksposur dari kontrak-kontrak tersebut dapat melebihi sumber finansial investor secara signifikan.

      Track Record

      Nasabah yang dapat memperoleh fasilitas marjin adalah Nasabah yang telah memiliki Rekening Reguler selama 1 bulan dan melakukan transaksi minimal 20 kali transaksi.

      Electronic Trading

      Apakah risiko electronic trading / perdagangan elektronik yang saya butuh perhatikan?

      • Password / Kata Kunci
        Selalu simpan kata kunci trading online Anda agar tetap menjadi rahasia dan ubahlah secara teratur. Kosongkan sejarah dan cache browser Anda setiap sesi selesai agar informasi akun Anda dibersihkan. Anda disarankan untuk tidak menggunakan fungsi “Auto Complete” untuk menyimpan User ID dan Password (Kata Kunci) karena fungsi ini dapat menyimpan dan mendaftar kemungkinan yang cocok dari entri yang telah Anda ketik sebelumnya.
      • Virus, Spywares dan Adwares
        Selalu instalasikan komputer/ponsel Anda dengan anti-virus perangkat lunak dan program spyware. Scan komputer/ponsel Anda secara teratur untuk mengkarantina dan menghapus Virus / Spyware / Adware yang mungkin ada. Hindari pengunduhan program dan lampiran email dari sumber-sumber yang tidak diketahui dan mencurigakan.
      • Phishing
        Phishing adalah sebuah aksi untuk memperoleh informasi sensitif, seperti username, password (kata kunci) dan rincian kartu kredit, dengan menyamar sebagai entitas yang terpercaya dalam komunikasi elektronik. Hal ini biasanya dilakukan melalui email atau pesan singkat, dan seringkali mengarahkan pengguna untuk memasukkan detil pada sebuah situs web.
        JANGAN PERNAH memberitahukan password (kata kunci) Anda kepada orang lain. Berhati-hatilah pada email atau pesan singkat apapun yang meminta Anda untuk menyediakan informasi akun yang sensitif. Bila Anda menerima email atau pesan singkat seperti ini, jangan balas atau pun meng-klik pada tautan dalam email atau pesan singkat.
      • Pemesanan
        Dalam dunia trading elektronik, Anda dapat mengalami situasi seperti tidak dapat menarik pemesanan yang salah pada saat tersebut karena kecepatan koneksi internet atau mengalami keterlambatan saat transmisi pemesanan dan konfirmasi dari eksekusi pemesanan.

    Not yet a client?
  • Fasilitas Pembiayaan Marjin Maybank Kim Eng memungkinkan Anda memperluas dan memaksimalkan peluang trading Anda. 

    • Sekilas Tentang Marjin

      Sekilas Tentang Marjin

      Mengapa menggunakan fasilitas pembiayaan (Marjin)?

      • Daya beli investor terhadap saham dapat meningkat.
      • Mendapatkan bunga lebih murah dibandingkan dengan penggunaan rekening reguler, yaitu sebesar 17% per tahunnya.
      • Transaksi menjadi lebih maksimal dibanding jaminan awal.

      Contoh perbedaan antara Rekening Marjin dan Rekening Reguler :

      Rekening Margin

       

      Rekening Reguler

      Dengan saham deposit senilai Rp 200.000.000 dan nilai valuasi saham sebesar 100%, nasabah mendapatkan fasilitas pembiayaan maksimal sebesar Rp 400.000.000.

       

      Dengan saham deposit senilai Rp 200.000.000 yang telah diperhitungkan nilai valuasi saham sebesar 80%, nasabah hanya mendapatkan limit transaksi sebesar Rp 160.000.000.

      Denda keterlambatan sebesar 17%.

       

      Denda keterlambatan sebesar 22%.

      Jika tidak melakukan deposit dana T+5 maka tidak dilakukan force selling.

       

      Jika tidak melakukan deposit dana T+5 maka akan dilakukan force selling.

    Not yet a client?
  • Maybank Kim Eng Securities memiliki beberapa persyaratan untuk membuka rekening marjin.

    • Cara Kerja Marjin

      Cara Kerja Marjin

      Syarat membuka rekening marjin Maybank Kim Eng Securities:

      • Memiliki rekening reguler di Maybank Kim Eng Securities selama 1 (satu) bulan dan telah melakukan sekurang-kurangnya 20 (dua puluh) kali transaksi.
      • Memiliki nilai jaminan sekurang-kurangnya Rp 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah) atau 200% (dua ratus persen) dari nilai pembelian Efek pada saat transaksi atau, tergantung mana yang lebih tinggi.
      • Persyaratan Efek yang dapat ditransaksikan dengan pembiayaan penyelesaian transaksi Efek dan yang dapat digunakan sebagai Jaminan Pembiayaan sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Bursa Efek dalam peraturan Otoritas Jasa Keuangan (d.h. Bapepam) no V.D.6. Pemberian Fasilitias Transaksi Margin.

    Not yet a client?
  • Margin call merupakan batas presentase yang mengharuskan Nasabah untuk menambah jumlah uang setoran, sebagai akibat dari turunnya harga saham yang dimiliki (dalam hal ini rasio yang ditentukan oleh IDX adalah sebesar 65%).

    • Rasio Pembiayaan
    • Bagaimana cara menghitung rasio marjin?
    • Bagaimana mengembalikan rasio marjin menjadi 65%?
    • Apa itu Margin Call?

      Rasio Pembiayaan

      Rasio pembiayaan (Margin Ratio) berarti perbandingan antara total nilai Fasilitas Pembiayaan yang digunakan oleh Nasabah untuk Transaksi Marjin dengan nilai Jaminan Pembiayaan (jika berupa Efek nilainya sesuai dengan Daftar Efek yang Dapat Dijaminkan oleh Perusahaan/ DEDJP) yang diserahkan oleh Nasabah kepada PT Maybank Kim Eng Securities (PT MKES).

      Bagaimana cara menghitung rasio marjin?

      Cara menghitung rasio marjin:

      Total transaksi pembelian saham nett ⁄ Jumlah keseluruhan saham × 100

      Contoh:

      Deposit awal                                        : Rp 200.000.000

      Total transaksi pembelian saham           : Rp 550.000.000

      Total transaksi pembelian saham nett    : 550.000.000 – 200.000.000 (Deposit awal) = 350.000.000

      Rasio marjin                                         : 350.000.000 ⁄ 550.000.000 × 100 = 63,64%

      Keterangan:

      • Karena rasio marjin masih berada di 63,64%, nasabah masih dapat membeli saham hingga batas maksimal, yaitu pada rasio marjin sebesar 65%.
      • Cara menghitung batas maksimal pembelian saham di rasio 65%: 

         Pembiayaan marjin - (Total saham yang dibeli × Rasio marjin maksimum) ⁄ 1 - rasio marjin maksimum

         = 350.000.000 - (500.000.000 × 0,65) ⁄ 1 - 0,65

         = 350.000.000 - 375.500.000 ⁄ 0,35

         = (7.500.000) ⁄ 0,35

         = (21.428.571)

      Dari penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa sisa limit yang belum digunakan dan bisa digunakan untuk pembelian saham yaitu sebesar Rp 21.428.571,- atau sebesar maksimal dari fasilitas pembiayaan yang disetujui, tergantung mana yang lebih rendah.

      • Jika nilai pembelian yang dimasukkan melebihi batas maksimal, misalnya sebesar
        Rp 24.500.000,- sistem akan secara otomatis menolak pemasukan saham tersebut karena telah melebihi batas maksimal rasio.

       

      Bagaimana mengembalikan rasio marjin menjadi 65%?

      Terdapat dua cara untuk mengembalikan rasio marjin ke 65%:

      1. Deposit dana atau saham marjin

      Apabila terjadi penurunan saham yang mengakibatkan rasio naik menjadi lebih dari 65%, maka nasabah harus melakukan deposit dana atau saham marjin agar rasio kembali menjadi 65%.

      Contoh:

      Deposit awal                                         : Rp 200.000.000

      Total transaksi pembelian saham            : Rp 550.000.000

      Total transaksi pembelian saham nett     : 550.000.000 – 200.000.000 (deposit awal) = 350.000.000

      Nilai penurunan harga saham sebesar 10%:

      = 550.000.000 (total transaksi pembelian saham) x 10% (penurunan saham)

      = 55.000.000

      Nilai harga saham setelah penurunan 10%:    

      = 550.000.000 (total transaksi pembelian saham) - 55.000.000 (penurunan saham)

      = 495.000.000

      Rasio margin setelah penurunan saham: 

      Total transaksi pembelian saham nett ⁄ Jumlah keseluruhan saham × 100

      = 350.000.000 ⁄ 495.000.000 × 100 = 70%

      Keterangan:

      • Karena terjadi penurunan saham sebesar 10% (Rp 55.000.000,-), maka rasio berubah menjadi 70% dan jumlah saham yang semula dibeli sebesar Rp 550.000.000,- nilainya menjadi turun, yaitu menjadi Rp 495.000.000,-
      • Untuk menurunkan rasio marjin menjadi 65%, maka nasabah harus melakukan top up/penambahan dana atau deposit saham ber-marjin atau melakukan penjualan/forced sell.


      Cara menghitung besarnya top up yang harus dilakukan ketika rasio marjin telah melebihi 65%:

      Total transaksi pembelian saham nett – (Nilai harga saham setelah penurunan x rasio marjin maksimal)

      = 350.000.000 – (495.000.000 x 0,65)

      = 350.000.000 – 321.750.000

      = 28.250.000

      Keterangan:

      • Dari penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa karena adanya penurunan harga saham sebesar 10%, nasabah harus melakukan top up/penambahan dana sebesar Rp 28.250.000 (belum termasuk fee).
      • Setelah top up/penambahan dana sebesar Rp 28.250.000, maka rasio marjin kembali menjadi 65%. Perhitungannya sebagai berikut: 

      350,000,000 - 28,250,000 ⁄ 495,000,000 × 100 = 65

      Cara menghitung besar deposit saham yang harus dilakukan ketika rasio marjin telah melebihi 65%:

      Total transaksi pembelian saham nett / 65% - Nilai harga saham setelah penurunan / 100%

      = 350,000,000 / 65% - 495,000,000 / 100%

      = 538.461.538 – 495.000.000

      = 43.461.538

      Keterangan:

      • Dari penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa karena adanya penurunan harga saham sebesar 10%, nasabah harus melakukan deposit saham ber-marjin sebesar Rp 43.461.538 (belum termasuk fee).
      • Setelah deposit saham sebesar Rp 43.461.538, maka jumlah keseluruhan saham menjadi: 

      495.000.000 (nilai harga saham setelah penurunan) + 43.461.538 = Rp 538.461.538

      • Setelah deposit saham sebesar Rp 43.461.538, maka rasio margin kembali menjadi 65%. Perhitungannya sebagai berikut:

      350.000.000 / 495.000.000 + 43.461.538 x 100

      = 350.000.000 / 538.461.538 x 100

      = 65

       

      2. Forced sell

      Jika rasio marjin telah berada di atas batas maksimal (65%) dan nasabah belum melakukan top up/penambahan dana ataupun deposit lebih dari 3 (tiga) hari, maka nasabah akan dikenakan forced sell. Cara menghitung besar forced sell yang harus dilakukan ketika rasio marjin telah melebihi 65%:

      Amount of financing - (Collateral pledge x 0,65) / 1 - 0,65

      = 350.000.000 - (495.000.000 x 0,65) / 0,35

      = 350.000.000 -321.750.000 / 0,35

      = 28.250.000 / 0,35

      = 80.714.285

      Keterangan:

      • Dari penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa karena adanya penurunan harga saham sebesar 10%, nasabah harus melakukan deposit sebesar Rp 28.250.000 (belum termasuk biaya), ataupun deposit saham sebesar Rp 43.461.538, namun jika nasabah tidak juga melakukan top up/penambahan dana ataupun deposit hingga lebih dari 3 (tiga) hari, maka jumlah forced sell yang akan dikenakan dari akun marjin nasabah yaitu sebesar Rp 80.714.285 (belum termasuk biaya).
      • Setelah forced sell sebesar Rp 80.714.285, maka rasio marjin kembali menjadi 65%. Perhitungannya sebagai berikut: 

      495.000.000 (nilai harga saham setelah penurunan) + 43.461.538 = Rp 538.461.538

      • Setelah deposit saham sebesar Rp 43.461.538, maka rasio margin kembali menjadi 65%. Perhitungannya sebagai berikut:

      350.000.000 - 80.714.285 / 495.000.000 - 80.714.285

      = 65%

      Apa itu Margin Call?

      Margin call merupakan batas presentase yang mengharuskan Nasabah untuk menambah jumlah uang setoran, sebagai akibat dari turunnya harga saham yang dimiliki (dalam hal ini rasio yang ditentukan oleh IDX adalah sebesar 65%).

    Not yet a client?
  • Marginable Securities dikeluarkan oleh Bursa Efek tiap akhir bulan yang berlaku untuk bulan berikutnya.

    • Marginable Securities

      Marginable Securities

      Marginable Securities dikeluarkan oleh Bursa Efek tiap akhir bulan yang berlaku untuk bulan berikutnya.

      Persentase

       

      Diatur oleh IDX

       

      Trigger Limits

      Untuk Compliance

       

      Pinjaman/Jaminan

      Margin Awal

       

      50%

      Margin Call

       

      65%

      Forced Selling / Penjualan

       

      80% atau 3 hari berturut-turut dalam posisi Margin Call

      Konvensi yang digunakan

       

      X (dengan jaminan senilai 100% dari nilai pasar)

      1. Jika nilai Jaminan Pembiayaan mengalami penurunan sehingga nilai pembiayaan melebihi 65% dari nilai Jaminan Pembiayaan, maka Perusahaan Efek wajib melakukan Permintaan Pemenuhan Jaminan kepada nasabahnya dan nasabah wajib memenuhi Permintaan Pemenuhan Jaminan, sehingga nilai pembiayaan tidak melebihi 65% dari nilai Jaminan Pembiayaan.
      2. Dengan fasilitas pembiayaan marjin, nasabah tidak perlu melakukan top up/penambahan dana ataupun forced sell di hari ke-5 (lima) seperti halnya rekening reguler, kecuali rasio marjin menjadi di atas 65%.
      3. Nilai saham yang dimiliki ditetapkan secara harian, yaitu pada harga pasar terakhir dari hari sebelumnya.
      4. Mohon hubungi Investment Consultant atau Pelayanan Pelanggan kami bila Anda memerlukan bantuan.

    Not yet a client?
  • Berikut adalah beberapa risiko utama yang ada dalam trading marjin

    • Leverage
    • Margin call
    • Ekspos dan trading yang melewati batas
    • Track Record
    • Electronic Trading

      Leverage

      Pembiayaan Marjin adalah sebuah produk pendanaan. Profil risiko dan imbal baliknya diperbesar beberapa kali lipat. Dengan jumlah marjin awal yang dibutuhkan untuk melakukan transaksi dengan relatif lebih kecil dibandingkan dengan nilai transaksi, pergerakan pasar yang relatif kecil akan memiliki dampak yang lebih besar secara proporsional yang dapat mengakibatkan kerugian yang melebihi marjin awal/modal yang ditanamkan.

      Margin call

      Bila pasar bergerak melawan arah dari yang Anda miliki, hal ini akan dapat berdampak pada marjin call atau permintaan untuk menambah deposit dana bersamaan dengan perusahaan yang menutup kekurangan akan tingkat marjin yang dibutuhkan untuk mempertahankan posisi.

      Jika Anda tidak dapat memberikan dana tambahan, broker Anda dapat menutup posisi tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada Anda. Anda juga masih bertanggung jawab terhadap kerugian lebih lanjut yang disebabkan oleh hal ini.

      Ekspos dan trading yang melewati batas

      Investor seringkali hanya melihat marjin yang dibutuhkan dan seringkali kurang sadar dan mengambil nilai kontrak sepenuhnya ke dalam akunnya. Saat trading dengan kontrak yang berjumlah besar, potensi eksposur dari kontrak-kontrak tersebut dapat melebihi sumber finansial investor secara signifikan.

      Track Record

      Nasabah yang dapat memperoleh fasilitas marjin adalah Nasabah yang telah memiliki Rekening Reguler selama 1 bulan dan melakukan transaksi minimal 20 kali transaksi.

      Electronic Trading

      Apakah risiko electronic trading / perdagangan elektronik yang saya butuh perhatikan?

      • Password / Kata Kunci
        Selalu simpan kata kunci trading online Anda agar tetap menjadi rahasia dan ubahlah secara teratur. Kosongkan sejarah dan cache browser Anda setiap sesi selesai agar informasi akun Anda dibersihkan. Anda disarankan untuk tidak menggunakan fungsi “Auto Complete” untuk menyimpan User ID dan Password (Kata Kunci) karena fungsi ini dapat menyimpan dan mendaftar kemungkinan yang cocok dari entri yang telah Anda ketik sebelumnya.
      • Virus, Spywares dan Adwares
        Selalu instalasikan komputer/ponsel Anda dengan anti-virus perangkat lunak dan program spyware. Scan komputer/ponsel Anda secara teratur untuk mengkarantina dan menghapus Virus / Spyware / Adware yang mungkin ada. Hindari pengunduhan program dan lampiran email dari sumber-sumber yang tidak diketahui dan mencurigakan.
      • Phishing
        Phishing adalah sebuah aksi untuk memperoleh informasi sensitif, seperti username, password (kata kunci) dan rincian kartu kredit, dengan menyamar sebagai entitas yang terpercaya dalam komunikasi elektronik. Hal ini biasanya dilakukan melalui email atau pesan singkat, dan seringkali mengarahkan pengguna untuk memasukkan detil pada sebuah situs web.
        JANGAN PERNAH memberitahukan password (kata kunci) Anda kepada orang lain. Berhati-hatilah pada email atau pesan singkat apapun yang meminta Anda untuk menyediakan informasi akun yang sensitif. Bila Anda menerima email atau pesan singkat seperti ini, jangan balas atau pun meng-klik pada tautan dalam email atau pesan singkat.
      • Pemesanan
        Dalam dunia trading elektronik, Anda dapat mengalami situasi seperti tidak dapat menarik pemesanan yang salah pada saat tersebut karena kecepatan koneksi internet atau mengalami keterlambatan saat transmisi pemesanan dan konfirmasi dari eksekusi pemesanan.

    Not yet a client?
  • Fasilitas Pembiayaan Marjin Maybank Kim Eng memungkinkan Anda memperluas dan memaksimalkan peluang trading Anda. 

    • Sekilas Tentang Marjin

      Sekilas Tentang Marjin

      Mengapa menggunakan fasilitas pembiayaan (Marjin)?

      • Daya beli investor terhadap saham dapat meningkat.
      • Mendapatkan bunga lebih murah dibandingkan dengan penggunaan rekening reguler, yaitu sebesar 17% per tahunnya.
      • Transaksi menjadi lebih maksimal dibanding jaminan awal.

      Contoh perbedaan antara Rekening Marjin dan Rekening Reguler :

      Rekening Margin

       

      Rekening Reguler

      Dengan saham deposit senilai Rp 200.000.000 dan nilai valuasi saham sebesar 100%, nasabah mendapatkan fasilitas pembiayaan maksimal sebesar Rp 400.000.000.

       

      Dengan saham deposit senilai Rp 200.000.000 yang telah diperhitungkan nilai valuasi saham sebesar 80%, nasabah hanya mendapatkan limit transaksi sebesar Rp 160.000.000.

      Denda keterlambatan sebesar 17%.

       

      Denda keterlambatan sebesar 22%.

      Jika tidak melakukan deposit dana T+5 maka tidak dilakukan force selling.

       

      Jika tidak melakukan deposit dana T+5 maka akan dilakukan force selling.

    Not yet a client?
  • Maybank Kim Eng Securities memiliki beberapa persyaratan untuk membuka rekening marjin.

    • Cara Kerja Marjin

      Cara Kerja Marjin

      Syarat membuka rekening marjin Maybank Kim Eng Securities:

      • Memiliki rekening reguler di Maybank Kim Eng Securities selama 1 (satu) bulan dan telah melakukan sekurang-kurangnya 20 (dua puluh) kali transaksi.
      • Memiliki nilai jaminan sekurang-kurangnya Rp 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah) atau 200% (dua ratus persen) dari nilai pembelian Efek pada saat transaksi atau, tergantung mana yang lebih tinggi.
      • Persyaratan Efek yang dapat ditransaksikan dengan pembiayaan penyelesaian transaksi Efek dan yang dapat digunakan sebagai Jaminan Pembiayaan sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Bursa Efek dalam peraturan Otoritas Jasa Keuangan (d.h. Bapepam) no V.D.6. Pemberian Fasilitias Transaksi Margin.

    Not yet a client?
  • Margin call merupakan batas presentase yang mengharuskan Nasabah untuk menambah jumlah uang setoran, sebagai akibat dari turunnya harga saham yang dimiliki (dalam hal ini rasio yang ditentukan oleh IDX adalah sebesar 65%).

    • Rasio Pembiayaan
    • Bagaimana cara menghitung rasio marjin?
    • Bagaimana mengembalikan rasio marjin menjadi 65%?
    • Apa itu Margin Call?

      Rasio Pembiayaan

      Rasio pembiayaan (Margin Ratio) berarti perbandingan antara total nilai Fasilitas Pembiayaan yang digunakan oleh Nasabah untuk Transaksi Marjin dengan nilai Jaminan Pembiayaan (jika berupa Efek nilainya sesuai dengan Daftar Efek yang Dapat Dijaminkan oleh Perusahaan/ DEDJP) yang diserahkan oleh Nasabah kepada PT Maybank Kim Eng Securities (PT MKES).

      Bagaimana cara menghitung rasio marjin?

      Cara menghitung rasio marjin:

      Total transaksi pembelian saham nett ⁄ Jumlah keseluruhan saham × 100

      Contoh:

      Deposit awal                                        : Rp 200.000.000

      Total transaksi pembelian saham           : Rp 550.000.000

      Total transaksi pembelian saham nett    : 550.000.000 – 200.000.000 (Deposit awal) = 350.000.000

      Rasio marjin                                         : 350.000.000 ⁄ 550.000.000 × 100 = 63,64%

      Keterangan:

      • Karena rasio marjin masih berada di 63,64%, nasabah masih dapat membeli saham hingga batas maksimal, yaitu pada rasio marjin sebesar 65%.
      • Cara menghitung batas maksimal pembelian saham di rasio 65%: 

         Pembiayaan marjin - (Total saham yang dibeli × Rasio marjin maksimum) ⁄ 1 - rasio marjin maksimum

         = 350.000.000 - (500.000.000 × 0,65) ⁄ 1 - 0,65

         = 350.000.000 - 375.500.000 ⁄ 0,35

         = (7.500.000) ⁄ 0,35

         = (21.428.571)

      Dari penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa sisa limit yang belum digunakan dan bisa digunakan untuk pembelian saham yaitu sebesar Rp 21.428.571,- atau sebesar maksimal dari fasilitas pembiayaan yang disetujui, tergantung mana yang lebih rendah.

      • Jika nilai pembelian yang dimasukkan melebihi batas maksimal, misalnya sebesar
        Rp 24.500.000,- sistem akan secara otomatis menolak pemasukan saham tersebut karena telah melebihi batas maksimal rasio.

       

      Bagaimana mengembalikan rasio marjin menjadi 65%?

      Terdapat dua cara untuk mengembalikan rasio marjin ke 65%:

      1. Deposit dana atau saham marjin

      Apabila terjadi penurunan saham yang mengakibatkan rasio naik menjadi lebih dari 65%, maka nasabah harus melakukan deposit dana atau saham marjin agar rasio kembali menjadi 65%.

      Contoh:

      Deposit awal                                         : Rp 200.000.000

      Total transaksi pembelian saham            : Rp 550.000.000

      Total transaksi pembelian saham nett     : 550.000.000 – 200.000.000 (deposit awal) = 350.000.000

      Nilai penurunan harga saham sebesar 10%:

      = 550.000.000 (total transaksi pembelian saham) x 10% (penurunan saham)

      = 55.000.000

      Nilai harga saham setelah penurunan 10%:    

      = 550.000.000 (total transaksi pembelian saham) - 55.000.000 (penurunan saham)

      = 495.000.000

      Rasio margin setelah penurunan saham: 

      Total transaksi pembelian saham nett ⁄ Jumlah keseluruhan saham × 100

      = 350.000.000 ⁄ 495.000.000 × 100 = 70%

      Keterangan:

      • Karena terjadi penurunan saham sebesar 10% (Rp 55.000.000,-), maka rasio berubah menjadi 70% dan jumlah saham yang semula dibeli sebesar Rp 550.000.000,- nilainya menjadi turun, yaitu menjadi Rp 495.000.000,-
      • Untuk menurunkan rasio marjin menjadi 65%, maka nasabah harus melakukan top up/penambahan dana atau deposit saham ber-marjin atau melakukan penjualan/forced sell.


      Cara menghitung besarnya top up yang harus dilakukan ketika rasio marjin telah melebihi 65%:

      Total transaksi pembelian saham nett – (Nilai harga saham setelah penurunan x rasio marjin maksimal)

      = 350.000.000 – (495.000.000 x 0,65)

      = 350.000.000 – 321.750.000

      = 28.250.000

      Keterangan:

      • Dari penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa karena adanya penurunan harga saham sebesar 10%, nasabah harus melakukan top up/penambahan dana sebesar Rp 28.250.000 (belum termasuk fee).
      • Setelah top up/penambahan dana sebesar Rp 28.250.000, maka rasio marjin kembali menjadi 65%. Perhitungannya sebagai berikut: 

      350,000,000 - 28,250,000 ⁄ 495,000,000 × 100 = 65

      Cara menghitung besar deposit saham yang harus dilakukan ketika rasio marjin telah melebihi 65%:

      Total transaksi pembelian saham nett / 65% - Nilai harga saham setelah penurunan / 100%

      = 350,000,000 / 65% - 495,000,000 / 100%

      = 538.461.538 – 495.000.000

      = 43.461.538

      Keterangan:

      • Dari penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa karena adanya penurunan harga saham sebesar 10%, nasabah harus melakukan deposit saham ber-marjin sebesar Rp 43.461.538 (belum termasuk fee).
      • Setelah deposit saham sebesar Rp 43.461.538, maka jumlah keseluruhan saham menjadi: 

      495.000.000 (nilai harga saham setelah penurunan) + 43.461.538 = Rp 538.461.538

      • Setelah deposit saham sebesar Rp 43.461.538, maka rasio margin kembali menjadi 65%. Perhitungannya sebagai berikut:

      350.000.000 / 495.000.000 + 43.461.538 x 100

      = 350.000.000 / 538.461.538 x 100

      = 65

       

      2. Forced sell

      Jika rasio marjin telah berada di atas batas maksimal (65%) dan nasabah belum melakukan top up/penambahan dana ataupun deposit lebih dari 3 (tiga) hari, maka nasabah akan dikenakan forced sell. Cara menghitung besar forced sell yang harus dilakukan ketika rasio marjin telah melebihi 65%:

      Amount of financing - (Collateral pledge x 0,65) / 1 - 0,65

      = 350.000.000 - (495.000.000 x 0,65) / 0,35

      = 350.000.000 -321.750.000 / 0,35

      = 28.250.000 / 0,35

      = 80.714.285

      Keterangan:

      • Dari penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa karena adanya penurunan harga saham sebesar 10%, nasabah harus melakukan deposit sebesar Rp 28.250.000 (belum termasuk biaya), ataupun deposit saham sebesar Rp 43.461.538, namun jika nasabah tidak juga melakukan top up/penambahan dana ataupun deposit hingga lebih dari 3 (tiga) hari, maka jumlah forced sell yang akan dikenakan dari akun marjin nasabah yaitu sebesar Rp 80.714.285 (belum termasuk biaya).
      • Setelah forced sell sebesar Rp 80.714.285, maka rasio marjin kembali menjadi 65%. Perhitungannya sebagai berikut: 

      495.000.000 (nilai harga saham setelah penurunan) + 43.461.538 = Rp 538.461.538

      • Setelah deposit saham sebesar Rp 43.461.538, maka rasio margin kembali menjadi 65%. Perhitungannya sebagai berikut:

      350.000.000 - 80.714.285 / 495.000.000 - 80.714.285

      = 65%

      Apa itu Margin Call?

      Margin call merupakan batas presentase yang mengharuskan Nasabah untuk menambah jumlah uang setoran, sebagai akibat dari turunnya harga saham yang dimiliki (dalam hal ini rasio yang ditentukan oleh IDX adalah sebesar 65%).

    Not yet a client?
  • Marginable Securities dikeluarkan oleh Bursa Efek tiap akhir bulan yang berlaku untuk bulan berikutnya.

    • Marginable Securities

      Marginable Securities

      Marginable Securities dikeluarkan oleh Bursa Efek tiap akhir bulan yang berlaku untuk bulan berikutnya.

      Persentase

       

      Diatur oleh IDX

       

      Trigger Limits

      Untuk Compliance

       

      Pinjaman/Jaminan

      Margin Awal

       

      50%

      Margin Call

       

      65%

      Forced Selling / Penjualan

       

      80% atau 3 hari berturut-turut dalam posisi Margin Call

      Konvensi yang digunakan

       

      X (dengan jaminan senilai 100% dari nilai pasar)

      1. Jika nilai Jaminan Pembiayaan mengalami penurunan sehingga nilai pembiayaan melebihi 65% dari nilai Jaminan Pembiayaan, maka Perusahaan Efek wajib melakukan Permintaan Pemenuhan Jaminan kepada nasabahnya dan nasabah wajib memenuhi Permintaan Pemenuhan Jaminan, sehingga nilai pembiayaan tidak melebihi 65% dari nilai Jaminan Pembiayaan.
      2. Dengan fasilitas pembiayaan marjin, nasabah tidak perlu melakukan top up/penambahan dana ataupun forced sell di hari ke-5 (lima) seperti halnya rekening reguler, kecuali rasio marjin menjadi di atas 65%.
      3. Nilai saham yang dimiliki ditetapkan secara harian, yaitu pada harga pasar terakhir dari hari sebelumnya.
      4. Mohon hubungi Investment Consultant atau Pelayanan Pelanggan kami bila Anda memerlukan bantuan.

    Not yet a client?
  • Berikut adalah beberapa risiko utama yang ada dalam trading marjin

    • Leverage
    • Margin call
    • Ekspos dan trading yang melewati batas
    • Track Record
    • Electronic Trading

      Leverage

      Pembiayaan Marjin adalah sebuah produk pendanaan. Profil risiko dan imbal baliknya diperbesar beberapa kali lipat. Dengan jumlah marjin awal yang dibutuhkan untuk melakukan transaksi dengan relatif lebih kecil dibandingkan dengan nilai transaksi, pergerakan pasar yang relatif kecil akan memiliki dampak yang lebih besar secara proporsional yang dapat mengakibatkan kerugian yang melebihi marjin awal/modal yang ditanamkan.

      Margin call

      Bila pasar bergerak melawan arah dari yang Anda miliki, hal ini akan dapat berdampak pada marjin call atau permintaan untuk menambah deposit dana bersamaan dengan perusahaan yang menutup kekurangan akan tingkat marjin yang dibutuhkan untuk mempertahankan posisi.

      Jika Anda tidak dapat memberikan dana tambahan, broker Anda dapat menutup posisi tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada Anda. Anda juga masih bertanggung jawab terhadap kerugian lebih lanjut yang disebabkan oleh hal ini.

      Ekspos dan trading yang melewati batas

      Investor seringkali hanya melihat marjin yang dibutuhkan dan seringkali kurang sadar dan mengambil nilai kontrak sepenuhnya ke dalam akunnya. Saat trading dengan kontrak yang berjumlah besar, potensi eksposur dari kontrak-kontrak tersebut dapat melebihi sumber finansial investor secara signifikan.

      Track Record

      Nasabah yang dapat memperoleh fasilitas marjin adalah Nasabah yang telah memiliki Rekening Reguler selama 1 bulan dan melakukan transaksi minimal 20 kali transaksi.

      Electronic Trading

      Apakah risiko electronic trading / perdagangan elektronik yang saya butuh perhatikan?

      • Password / Kata Kunci
        Selalu simpan kata kunci trading online Anda agar tetap menjadi rahasia dan ubahlah secara teratur. Kosongkan sejarah dan cache browser Anda setiap sesi selesai agar informasi akun Anda dibersihkan. Anda disarankan untuk tidak menggunakan fungsi “Auto Complete” untuk menyimpan User ID dan Password (Kata Kunci) karena fungsi ini dapat menyimpan dan mendaftar kemungkinan yang cocok dari entri yang telah Anda ketik sebelumnya.
      • Virus, Spywares dan Adwares
        Selalu instalasikan komputer/ponsel Anda dengan anti-virus perangkat lunak dan program spyware. Scan komputer/ponsel Anda secara teratur untuk mengkarantina dan menghapus Virus / Spyware / Adware yang mungkin ada. Hindari pengunduhan program dan lampiran email dari sumber-sumber yang tidak diketahui dan mencurigakan.
      • Phishing
        Phishing adalah sebuah aksi untuk memperoleh informasi sensitif, seperti username, password (kata kunci) dan rincian kartu kredit, dengan menyamar sebagai entitas yang terpercaya dalam komunikasi elektronik. Hal ini biasanya dilakukan melalui email atau pesan singkat, dan seringkali mengarahkan pengguna untuk memasukkan detil pada sebuah situs web.
        JANGAN PERNAH memberitahukan password (kata kunci) Anda kepada orang lain. Berhati-hatilah pada email atau pesan singkat apapun yang meminta Anda untuk menyediakan informasi akun yang sensitif. Bila Anda menerima email atau pesan singkat seperti ini, jangan balas atau pun meng-klik pada tautan dalam email atau pesan singkat.
      • Pemesanan
        Dalam dunia trading elektronik, Anda dapat mengalami situasi seperti tidak dapat menarik pemesanan yang salah pada saat tersebut karena kecepatan koneksi internet atau mengalami keterlambatan saat transmisi pemesanan dan konfirmasi dari eksekusi pemesanan.

    Not yet a client?
  • Fasilitas Pembiayaan Marjin Maybank Kim Eng memungkinkan Anda memperluas dan memaksimalkan peluang trading Anda. 

    • Sekilas Tentang Marjin

      Sekilas Tentang Marjin

      Mengapa menggunakan fasilitas pembiayaan (Marjin)?

      • Daya beli investor terhadap saham dapat meningkat.
      • Mendapatkan bunga lebih murah dibandingkan dengan penggunaan rekening reguler, yaitu sebesar 17% per tahunnya.
      • Transaksi menjadi lebih maksimal dibanding jaminan awal.

      Contoh perbedaan antara Rekening Marjin dan Rekening Reguler :

      Rekening Margin

       

      Rekening Reguler

      Dengan saham deposit senilai Rp 200.000.000 dan nilai valuasi saham sebesar 100%, nasabah mendapatkan fasilitas pembiayaan maksimal sebesar Rp 400.000.000.

       

      Dengan saham deposit senilai Rp 200.000.000 yang telah diperhitungkan nilai valuasi saham sebesar 80%, nasabah hanya mendapatkan limit transaksi sebesar Rp 160.000.000.

      Denda keterlambatan sebesar 17%.

       

      Denda keterlambatan sebesar 22%.

      Jika tidak melakukan deposit dana T+5 maka tidak dilakukan force selling.

       

      Jika tidak melakukan deposit dana T+5 maka akan dilakukan force selling.

    Not yet a client?
  • Maybank Kim Eng Securities memiliki beberapa persyaratan untuk membuka rekening marjin.

    • Cara Kerja Marjin

      Cara Kerja Marjin

      Syarat membuka rekening marjin Maybank Kim Eng Securities:

      • Memiliki rekening reguler di Maybank Kim Eng Securities selama 1 (satu) bulan dan telah melakukan sekurang-kurangnya 20 (dua puluh) kali transaksi.
      • Memiliki nilai jaminan sekurang-kurangnya Rp 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah) atau 200% (dua ratus persen) dari nilai pembelian Efek pada saat transaksi atau, tergantung mana yang lebih tinggi.
      • Persyaratan Efek yang dapat ditransaksikan dengan pembiayaan penyelesaian transaksi Efek dan yang dapat digunakan sebagai Jaminan Pembiayaan sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Bursa Efek dalam peraturan Otoritas Jasa Keuangan (d.h. Bapepam) no V.D.6. Pemberian Fasilitias Transaksi Margin.

    Not yet a client?
  • Margin call merupakan batas presentase yang mengharuskan Nasabah untuk menambah jumlah uang setoran, sebagai akibat dari turunnya harga saham yang dimiliki (dalam hal ini rasio yang ditentukan oleh IDX adalah sebesar 65%).

    • Rasio Pembiayaan
    • Bagaimana cara menghitung rasio marjin?
    • Bagaimana mengembalikan rasio marjin menjadi 65%?
    • Apa itu Margin Call?

      Rasio Pembiayaan

      Rasio pembiayaan (Margin Ratio) berarti perbandingan antara total nilai Fasilitas Pembiayaan yang digunakan oleh Nasabah untuk Transaksi Marjin dengan nilai Jaminan Pembiayaan (jika berupa Efek nilainya sesuai dengan Daftar Efek yang Dapat Dijaminkan oleh Perusahaan/ DEDJP) yang diserahkan oleh Nasabah kepada PT Maybank Kim Eng Securities (PT MKES).

      Bagaimana cara menghitung rasio marjin?

      Cara menghitung rasio marjin:

      Total transaksi pembelian saham nett ⁄ Jumlah keseluruhan saham × 100

      Contoh:

      Deposit awal                                        : Rp 200.000.000

      Total transaksi pembelian saham           : Rp 550.000.000

      Total transaksi pembelian saham nett    : 550.000.000 – 200.000.000 (Deposit awal) = 350.000.000

      Rasio marjin                                         : 350.000.000 ⁄ 550.000.000 × 100 = 63,64%

      Keterangan:

      • Karena rasio marjin masih berada di 63,64%, nasabah masih dapat membeli saham hingga batas maksimal, yaitu pada rasio marjin sebesar 65%.
      • Cara menghitung batas maksimal pembelian saham di rasio 65%: 

         Pembiayaan marjin - (Total saham yang dibeli × Rasio marjin maksimum) ⁄ 1 - rasio marjin maksimum

         = 350.000.000 - (500.000.000 × 0,65) ⁄ 1 - 0,65

         = 350.000.000 - 375.500.000 ⁄ 0,35

         = (7.500.000) ⁄ 0,35

         = (21.428.571)

      Dari penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa sisa limit yang belum digunakan dan bisa digunakan untuk pembelian saham yaitu sebesar Rp 21.428.571,- atau sebesar maksimal dari fasilitas pembiayaan yang disetujui, tergantung mana yang lebih rendah.

      • Jika nilai pembelian yang dimasukkan melebihi batas maksimal, misalnya sebesar
        Rp 24.500.000,- sistem akan secara otomatis menolak pemasukan saham tersebut karena telah melebihi batas maksimal rasio.

       

      Bagaimana mengembalikan rasio marjin menjadi 65%?

      Terdapat dua cara untuk mengembalikan rasio marjin ke 65%:

      1. Deposit dana atau saham marjin

      Apabila terjadi penurunan saham yang mengakibatkan rasio naik menjadi lebih dari 65%, maka nasabah harus melakukan deposit dana atau saham marjin agar rasio kembali menjadi 65%.

      Contoh:

      Deposit awal                                         : Rp 200.000.000

      Total transaksi pembelian saham            : Rp 550.000.000

      Total transaksi pembelian saham nett     : 550.000.000 – 200.000.000 (deposit awal) = 350.000.000

      Nilai penurunan harga saham sebesar 10%:

      = 550.000.000 (total transaksi pembelian saham) x 10% (penurunan saham)

      = 55.000.000

      Nilai harga saham setelah penurunan 10%:    

      = 550.000.000 (total transaksi pembelian saham) - 55.000.000 (penurunan saham)

      = 495.000.000

      Rasio margin setelah penurunan saham: 

      Total transaksi pembelian saham nett ⁄ Jumlah keseluruhan saham × 100

      = 350.000.000 ⁄ 495.000.000 × 100 = 70%

      Keterangan:

      • Karena terjadi penurunan saham sebesar 10% (Rp 55.000.000,-), maka rasio berubah menjadi 70% dan jumlah saham yang semula dibeli sebesar Rp 550.000.000,- nilainya menjadi turun, yaitu menjadi Rp 495.000.000,-
      • Untuk menurunkan rasio marjin menjadi 65%, maka nasabah harus melakukan top up/penambahan dana atau deposit saham ber-marjin atau melakukan penjualan/forced sell.


      Cara menghitung besarnya top up yang harus dilakukan ketika rasio marjin telah melebihi 65%:

      Total transaksi pembelian saham nett – (Nilai harga saham setelah penurunan x rasio marjin maksimal)

      = 350.000.000 – (495.000.000 x 0,65)

      = 350.000.000 – 321.750.000

      = 28.250.000

      Keterangan:

      • Dari penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa karena adanya penurunan harga saham sebesar 10%, nasabah harus melakukan top up/penambahan dana sebesar Rp 28.250.000 (belum termasuk fee).
      • Setelah top up/penambahan dana sebesar Rp 28.250.000, maka rasio marjin kembali menjadi 65%. Perhitungannya sebagai berikut: 

      350,000,000 - 28,250,000 ⁄ 495,000,000 × 100 = 65

      Cara menghitung besar deposit saham yang harus dilakukan ketika rasio marjin telah melebihi 65%:

      Total transaksi pembelian saham nett / 65% - Nilai harga saham setelah penurunan / 100%

      = 350,000,000 / 65% - 495,000,000 / 100%

      = 538.461.538 – 495.000.000

      = 43.461.538

      Keterangan:

      • Dari penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa karena adanya penurunan harga saham sebesar 10%, nasabah harus melakukan deposit saham ber-marjin sebesar Rp 43.461.538 (belum termasuk fee).
      • Setelah deposit saham sebesar Rp 43.461.538, maka jumlah keseluruhan saham menjadi: 

      495.000.000 (nilai harga saham setelah penurunan) + 43.461.538 = Rp 538.461.538

      • Setelah deposit saham sebesar Rp 43.461.538, maka rasio margin kembali menjadi 65%. Perhitungannya sebagai berikut:

      350.000.000 / 495.000.000 + 43.461.538 x 100

      = 350.000.000 / 538.461.538 x 100

      = 65

       

      2. Forced sell

      Jika rasio marjin telah berada di atas batas maksimal (65%) dan nasabah belum melakukan top up/penambahan dana ataupun deposit lebih dari 3 (tiga) hari, maka nasabah akan dikenakan forced sell. Cara menghitung besar forced sell yang harus dilakukan ketika rasio marjin telah melebihi 65%:

      Amount of financing - (Collateral pledge x 0,65) / 1 - 0,65

      = 350.000.000 - (495.000.000 x 0,65) / 0,35

      = 350.000.000 -321.750.000 / 0,35

      = 28.250.000 / 0,35

      = 80.714.285

      Keterangan:

      • Dari penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa karena adanya penurunan harga saham sebesar 10%, nasabah harus melakukan deposit sebesar Rp 28.250.000 (belum termasuk biaya), ataupun deposit saham sebesar Rp 43.461.538, namun jika nasabah tidak juga melakukan top up/penambahan dana ataupun deposit hingga lebih dari 3 (tiga) hari, maka jumlah forced sell yang akan dikenakan dari akun marjin nasabah yaitu sebesar Rp 80.714.285 (belum termasuk biaya).
      • Setelah forced sell sebesar Rp 80.714.285, maka rasio marjin kembali menjadi 65%. Perhitungannya sebagai berikut: 

      495.000.000 (nilai harga saham setelah penurunan) + 43.461.538 = Rp 538.461.538

      • Setelah deposit saham sebesar Rp 43.461.538, maka rasio margin kembali menjadi 65%. Perhitungannya sebagai berikut:

      350.000.000 - 80.714.285 / 495.000.000 - 80.714.285

      = 65%

      Apa itu Margin Call?

      Margin call merupakan batas presentase yang mengharuskan Nasabah untuk menambah jumlah uang setoran, sebagai akibat dari turunnya harga saham yang dimiliki (dalam hal ini rasio yang ditentukan oleh IDX adalah sebesar 65%).

    Not yet a client?
  • Marginable Securities dikeluarkan oleh Bursa Efek tiap akhir bulan yang berlaku untuk bulan berikutnya.

    • Marginable Securities

      Marginable Securities

      Marginable Securities dikeluarkan oleh Bursa Efek tiap akhir bulan yang berlaku untuk bulan berikutnya.

      Persentase

       

      Diatur oleh IDX

       

      Trigger Limits

      Untuk Compliance

       

      Pinjaman/Jaminan

      Margin Awal

       

      50%

      Margin Call

       

      65%

      Forced Selling / Penjualan

       

      80% atau 3 hari berturut-turut dalam posisi Margin Call

      Konvensi yang digunakan

       

      X (dengan jaminan senilai 100% dari nilai pasar)

      1. Jika nilai Jaminan Pembiayaan mengalami penurunan sehingga nilai pembiayaan melebihi 65% dari nilai Jaminan Pembiayaan, maka Perusahaan Efek wajib melakukan Permintaan Pemenuhan Jaminan kepada nasabahnya dan nasabah wajib memenuhi Permintaan Pemenuhan Jaminan, sehingga nilai pembiayaan tidak melebihi 65% dari nilai Jaminan Pembiayaan.
      2. Dengan fasilitas pembiayaan marjin, nasabah tidak perlu melakukan top up/penambahan dana ataupun forced sell di hari ke-5 (lima) seperti halnya rekening reguler, kecuali rasio marjin menjadi di atas 65%.
      3. Nilai saham yang dimiliki ditetapkan secara harian, yaitu pada harga pasar terakhir dari hari sebelumnya.
      4. Mohon hubungi Investment Consultant atau Pelayanan Pelanggan kami bila Anda memerlukan bantuan.

    Not yet a client?
  • Berikut adalah beberapa risiko utama yang ada dalam trading marjin

    • Leverage
    • Margin call
    • Ekspos dan trading yang melewati batas
    • Track Record
    • Electronic Trading

      Leverage

      Pembiayaan Marjin adalah sebuah produk pendanaan. Profil risiko dan imbal baliknya diperbesar beberapa kali lipat. Dengan jumlah marjin awal yang dibutuhkan untuk melakukan transaksi dengan relatif lebih kecil dibandingkan dengan nilai transaksi, pergerakan pasar yang relatif kecil akan memiliki dampak yang lebih besar secara proporsional yang dapat mengakibatkan kerugian yang melebihi marjin awal/modal yang ditanamkan.

      Margin call

      Bila pasar bergerak melawan arah dari yang Anda miliki, hal ini akan dapat berdampak pada marjin call atau permintaan untuk menambah deposit dana bersamaan dengan perusahaan yang menutup kekurangan akan tingkat marjin yang dibutuhkan untuk mempertahankan posisi.

      Jika Anda tidak dapat memberikan dana tambahan, broker Anda dapat menutup posisi tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada Anda. Anda juga masih bertanggung jawab terhadap kerugian lebih lanjut yang disebabkan oleh hal ini.

      Ekspos dan trading yang melewati batas

      Investor seringkali hanya melihat marjin yang dibutuhkan dan seringkali kurang sadar dan mengambil nilai kontrak sepenuhnya ke dalam akunnya. Saat trading dengan kontrak yang berjumlah besar, potensi eksposur dari kontrak-kontrak tersebut dapat melebihi sumber finansial investor secara signifikan.

      Track Record

      Nasabah yang dapat memperoleh fasilitas marjin adalah Nasabah yang telah memiliki Rekening Reguler selama 1 bulan dan melakukan transaksi minimal 20 kali transaksi.

      Electronic Trading

      Apakah risiko electronic trading / perdagangan elektronik yang saya butuh perhatikan?

      • Password / Kata Kunci
        Selalu simpan kata kunci trading online Anda agar tetap menjadi rahasia dan ubahlah secara teratur. Kosongkan sejarah dan cache browser Anda setiap sesi selesai agar informasi akun Anda dibersihkan. Anda disarankan untuk tidak menggunakan fungsi “Auto Complete” untuk menyimpan User ID dan Password (Kata Kunci) karena fungsi ini dapat menyimpan dan mendaftar kemungkinan yang cocok dari entri yang telah Anda ketik sebelumnya.
      • Virus, Spywares dan Adwares
        Selalu instalasikan komputer/ponsel Anda dengan anti-virus perangkat lunak dan program spyware. Scan komputer/ponsel Anda secara teratur untuk mengkarantina dan menghapus Virus / Spyware / Adware yang mungkin ada. Hindari pengunduhan program dan lampiran email dari sumber-sumber yang tidak diketahui dan mencurigakan.
      • Phishing
        Phishing adalah sebuah aksi untuk memperoleh informasi sensitif, seperti username, password (kata kunci) dan rincian kartu kredit, dengan menyamar sebagai entitas yang terpercaya dalam komunikasi elektronik. Hal ini biasanya dilakukan melalui email atau pesan singkat, dan seringkali mengarahkan pengguna untuk memasukkan detil pada sebuah situs web.
        JANGAN PERNAH memberitahukan password (kata kunci) Anda kepada orang lain. Berhati-hatilah pada email atau pesan singkat apapun yang meminta Anda untuk menyediakan informasi akun yang sensitif. Bila Anda menerima email atau pesan singkat seperti ini, jangan balas atau pun meng-klik pada tautan dalam email atau pesan singkat.
      • Pemesanan
        Dalam dunia trading elektronik, Anda dapat mengalami situasi seperti tidak dapat menarik pemesanan yang salah pada saat tersebut karena kecepatan koneksi internet atau mengalami keterlambatan saat transmisi pemesanan dan konfirmasi dari eksekusi pemesanan.

    Not yet a client?
  • Fasilitas Pembiayaan Marjin Maybank Kim Eng memungkinkan Anda memperluas dan memaksimalkan peluang trading Anda. 

    • Sekilas Tentang Marjin

      Sekilas Tentang Marjin

      Mengapa menggunakan fasilitas pembiayaan (Marjin)?

      • Daya beli investor terhadap saham dapat meningkat.
      • Mendapatkan bunga lebih murah dibandingkan dengan penggunaan rekening reguler, yaitu sebesar 17% per tahunnya.
      • Transaksi menjadi lebih maksimal dibanding jaminan awal.

      Contoh perbedaan antara Rekening Marjin dan Rekening Reguler :

      Rekening Margin

       

      Rekening Reguler

      Dengan saham deposit senilai Rp 200.000.000 dan nilai valuasi saham sebesar 100%, nasabah mendapatkan fasilitas pembiayaan maksimal sebesar Rp 400.000.000.

       

      Dengan saham deposit senilai Rp 200.000.000 yang telah diperhitungkan nilai valuasi saham sebesar 80%, nasabah hanya mendapatkan limit transaksi sebesar Rp 160.000.000.

      Denda keterlambatan sebesar 17%.

       

      Denda keterlambatan sebesar 22%.

      Jika tidak melakukan deposit dana T+5 maka tidak dilakukan force selling.

       

      Jika tidak melakukan deposit dana T+5 maka akan dilakukan force selling.

    Not yet a client?
  • Maybank Kim Eng Securities memiliki beberapa persyaratan untuk membuka rekening marjin.

    • Cara Kerja Marjin

      Cara Kerja Marjin

      Syarat membuka rekening marjin Maybank Kim Eng Securities:

      • Memiliki rekening reguler di Maybank Kim Eng Securities selama 1 (satu) bulan dan telah melakukan sekurang-kurangnya 20 (dua puluh) kali transaksi.
      • Memiliki nilai jaminan sekurang-kurangnya Rp 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah) atau 200% (dua ratus persen) dari nilai pembelian Efek pada saat transaksi atau, tergantung mana yang lebih tinggi.
      • Persyaratan Efek yang dapat ditransaksikan dengan pembiayaan penyelesaian transaksi Efek dan yang dapat digunakan sebagai Jaminan Pembiayaan sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Bursa Efek dalam peraturan Otoritas Jasa Keuangan (d.h. Bapepam) no V.D.6. Pemberian Fasilitias Transaksi Margin.

    Not yet a client?
  • Margin call merupakan batas presentase yang mengharuskan Nasabah untuk menambah jumlah uang setoran, sebagai akibat dari turunnya harga saham yang dimiliki (dalam hal ini rasio yang ditentukan oleh IDX adalah sebesar 65%).

    • Rasio Pembiayaan
    • Bagaimana cara menghitung rasio marjin?
    • Bagaimana mengembalikan rasio marjin menjadi 65%?
    • Apa itu Margin Call?

      Rasio Pembiayaan

      Rasio pembiayaan (Margin Ratio) berarti perbandingan antara total nilai Fasilitas Pembiayaan yang digunakan oleh Nasabah untuk Transaksi Marjin dengan nilai Jaminan Pembiayaan (jika berupa Efek nilainya sesuai dengan Daftar Efek yang Dapat Dijaminkan oleh Perusahaan/ DEDJP) yang diserahkan oleh Nasabah kepada PT Maybank Kim Eng Securities (PT MKES).

      Bagaimana cara menghitung rasio marjin?

      Cara menghitung rasio marjin:

      Total transaksi pembelian saham nett ⁄ Jumlah keseluruhan saham × 100

      Contoh:

      Deposit awal                                        : Rp 200.000.000

      Total transaksi pembelian saham           : Rp 550.000.000

      Total transaksi pembelian saham nett    : 550.000.000 – 200.000.000 (Deposit awal) = 350.000.000

      Rasio marjin                                         : 350.000.000 ⁄ 550.000.000 × 100 = 63,64%

      Keterangan:

      • Karena rasio marjin masih berada di 63,64%, nasabah masih dapat membeli saham hingga batas maksimal, yaitu pada rasio marjin sebesar 65%.
      • Cara menghitung batas maksimal pembelian saham di rasio 65%: 

         Pembiayaan marjin - (Total saham yang dibeli × Rasio marjin maksimum) ⁄ 1 - rasio marjin maksimum

         = 350.000.000 - (500.000.000 × 0,65) ⁄ 1 - 0,65

         = 350.000.000 - 375.500.000 ⁄ 0,35

         = (7.500.000) ⁄ 0,35

         = (21.428.571)

      Dari penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa sisa limit yang belum digunakan dan bisa digunakan untuk pembelian saham yaitu sebesar Rp 21.428.571,- atau sebesar maksimal dari fasilitas pembiayaan yang disetujui, tergantung mana yang lebih rendah.

      • Jika nilai pembelian yang dimasukkan melebihi batas maksimal, misalnya sebesar
        Rp 24.500.000,- sistem akan secara otomatis menolak pemasukan saham tersebut karena telah melebihi batas maksimal rasio.

       

      Bagaimana mengembalikan rasio marjin menjadi 65%?

      Terdapat dua cara untuk mengembalikan rasio marjin ke 65%:

      1. Deposit dana atau saham marjin

      Apabila terjadi penurunan saham yang mengakibatkan rasio naik menjadi lebih dari 65%, maka nasabah harus melakukan deposit dana atau saham marjin agar rasio kembali menjadi 65%.

      Contoh:

      Deposit awal                                         : Rp 200.000.000

      Total transaksi pembelian saham            : Rp 550.000.000

      Total transaksi pembelian saham nett     : 550.000.000 – 200.000.000 (deposit awal) = 350.000.000

      Nilai penurunan harga saham sebesar 10%:

      = 550.000.000 (total transaksi pembelian saham) x 10% (penurunan saham)

      = 55.000.000

      Nilai harga saham setelah penurunan 10%:    

      = 550.000.000 (total transaksi pembelian saham) - 55.000.000 (penurunan saham)

      = 495.000.000

      Rasio margin setelah penurunan saham: 

      Total transaksi pembelian saham nett ⁄ Jumlah keseluruhan saham × 100

      = 350.000.000 ⁄ 495.000.000 × 100 = 70%

      Keterangan:

      • Karena terjadi penurunan saham sebesar 10% (Rp 55.000.000,-), maka rasio berubah menjadi 70% dan jumlah saham yang semula dibeli sebesar Rp 550.000.000,- nilainya menjadi turun, yaitu menjadi Rp 495.000.000,-
      • Untuk menurunkan rasio marjin menjadi 65%, maka nasabah harus melakukan top up/penambahan dana atau deposit saham ber-marjin atau melakukan penjualan/forced sell.


      Cara menghitung besarnya top up yang harus dilakukan ketika rasio marjin telah melebihi 65%:

      Total transaksi pembelian saham nett – (Nilai harga saham setelah penurunan x rasio marjin maksimal)

      = 350.000.000 – (495.000.000 x 0,65)

      = 350.000.000 – 321.750.000

      = 28.250.000

      Keterangan:

      • Dari penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa karena adanya penurunan harga saham sebesar 10%, nasabah harus melakukan top up/penambahan dana sebesar Rp 28.250.000 (belum termasuk fee).
      • Setelah top up/penambahan dana sebesar Rp 28.250.000, maka rasio marjin kembali menjadi 65%. Perhitungannya sebagai berikut: 

      350,000,000 - 28,250,000 ⁄ 495,000,000 × 100 = 65

      Cara menghitung besar deposit saham yang harus dilakukan ketika rasio marjin telah melebihi 65%:

      Total transaksi pembelian saham nett / 65% - Nilai harga saham setelah penurunan / 100%

      = 350,000,000 / 65% - 495,000,000 / 100%

      = 538.461.538 – 495.000.000

      = 43.461.538

      Keterangan:

      • Dari penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa karena adanya penurunan harga saham sebesar 10%, nasabah harus melakukan deposit saham ber-marjin sebesar Rp 43.461.538 (belum termasuk fee).
      • Setelah deposit saham sebesar Rp 43.461.538, maka jumlah keseluruhan saham menjadi: 

      495.000.000 (nilai harga saham setelah penurunan) + 43.461.538 = Rp 538.461.538

      • Setelah deposit saham sebesar Rp 43.461.538, maka rasio margin kembali menjadi 65%. Perhitungannya sebagai berikut:

      350.000.000 / 495.000.000 + 43.461.538 x 100

      = 350.000.000 / 538.461.538 x 100

      = 65

       

      2. Forced sell

      Jika rasio marjin telah berada di atas batas maksimal (65%) dan nasabah belum melakukan top up/penambahan dana ataupun deposit lebih dari 3 (tiga) hari, maka nasabah akan dikenakan forced sell. Cara menghitung besar forced sell yang harus dilakukan ketika rasio marjin telah melebihi 65%:

      Amount of financing - (Collateral pledge x 0,65) / 1 - 0,65

      = 350.000.000 - (495.000.000 x 0,65) / 0,35

      = 350.000.000 -321.750.000 / 0,35

      = 28.250.000 / 0,35

      = 80.714.285

      Keterangan:

      • Dari penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa karena adanya penurunan harga saham sebesar 10%, nasabah harus melakukan deposit sebesar Rp 28.250.000 (belum termasuk biaya), ataupun deposit saham sebesar Rp 43.461.538, namun jika nasabah tidak juga melakukan top up/penambahan dana ataupun deposit hingga lebih dari 3 (tiga) hari, maka jumlah forced sell yang akan dikenakan dari akun marjin nasabah yaitu sebesar Rp 80.714.285 (belum termasuk biaya).
      • Setelah forced sell sebesar Rp 80.714.285, maka rasio marjin kembali menjadi 65%. Perhitungannya sebagai berikut: 

      495.000.000 (nilai harga saham setelah penurunan) + 43.461.538 = Rp 538.461.538

      • Setelah deposit saham sebesar Rp 43.461.538, maka rasio margin kembali menjadi 65%. Perhitungannya sebagai berikut:

      350.000.000 - 80.714.285 / 495.000.000 - 80.714.285

      = 65%

      Apa itu Margin Call?

      Margin call merupakan batas presentase yang mengharuskan Nasabah untuk menambah jumlah uang setoran, sebagai akibat dari turunnya harga saham yang dimiliki (dalam hal ini rasio yang ditentukan oleh IDX adalah sebesar 65%).

    Not yet a client?
  • Marginable Securities dikeluarkan oleh Bursa Efek tiap akhir bulan yang berlaku untuk bulan berikutnya.

    • Marginable Securities

      Marginable Securities

      Marginable Securities dikeluarkan oleh Bursa Efek tiap akhir bulan yang berlaku untuk bulan berikutnya.

      Persentase

       

      Diatur oleh IDX

       

      Trigger Limits

      Untuk Compliance

       

      Pinjaman/Jaminan

      Margin Awal

       

      50%

      Margin Call

       

      65%

      Forced Selling / Penjualan

       

      80% atau 3 hari berturut-turut dalam posisi Margin Call

      Konvensi yang digunakan

       

      X (dengan jaminan senilai 100% dari nilai pasar)

      1. Jika nilai Jaminan Pembiayaan mengalami penurunan sehingga nilai pembiayaan melebihi 65% dari nilai Jaminan Pembiayaan, maka Perusahaan Efek wajib melakukan Permintaan Pemenuhan Jaminan kepada nasabahnya dan nasabah wajib memenuhi Permintaan Pemenuhan Jaminan, sehingga nilai pembiayaan tidak melebihi 65% dari nilai Jaminan Pembiayaan.
      2. Dengan fasilitas pembiayaan marjin, nasabah tidak perlu melakukan top up/penambahan dana ataupun forced sell di hari ke-5 (lima) seperti halnya rekening reguler, kecuali rasio marjin menjadi di atas 65%.
      3. Nilai saham yang dimiliki ditetapkan secara harian, yaitu pada harga pasar terakhir dari hari sebelumnya.
      4. Mohon hubungi Investment Consultant atau Pelayanan Pelanggan kami bila Anda memerlukan bantuan.

    Not yet a client?
  • Berikut adalah beberapa risiko utama yang ada dalam trading marjin

    • Leverage
    • Margin call
    • Ekspos dan trading yang melewati batas
    • Track Record
    • Electronic Trading

      Leverage

      Pembiayaan Marjin adalah sebuah produk pendanaan. Profil risiko dan imbal baliknya diperbesar beberapa kali lipat. Dengan jumlah marjin awal yang dibutuhkan untuk melakukan transaksi dengan relatif lebih kecil dibandingkan dengan nilai transaksi, pergerakan pasar yang relatif kecil akan memiliki dampak yang lebih besar secara proporsional yang dapat mengakibatkan kerugian yang melebihi marjin awal/modal yang ditanamkan.

      Margin call

      Bila pasar bergerak melawan arah dari yang Anda miliki, hal ini akan dapat berdampak pada marjin call atau permintaan untuk menambah deposit dana bersamaan dengan perusahaan yang menutup kekurangan akan tingkat marjin yang dibutuhkan untuk mempertahankan posisi.

      Jika Anda tidak dapat memberikan dana tambahan, broker Anda dapat menutup posisi tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada Anda. Anda juga masih bertanggung jawab terhadap kerugian lebih lanjut yang disebabkan oleh hal ini.

      Ekspos dan trading yang melewati batas

      Investor seringkali hanya melihat marjin yang dibutuhkan dan seringkali kurang sadar dan mengambil nilai kontrak sepenuhnya ke dalam akunnya. Saat trading dengan kontrak yang berjumlah besar, potensi eksposur dari kontrak-kontrak tersebut dapat melebihi sumber finansial investor secara signifikan.

      Track Record

      Nasabah yang dapat memperoleh fasilitas marjin adalah Nasabah yang telah memiliki Rekening Reguler selama 1 bulan dan melakukan transaksi minimal 20 kali transaksi.

      Electronic Trading

      Apakah risiko electronic trading / perdagangan elektronik yang saya butuh perhatikan?

      • Password / Kata Kunci
        Selalu simpan kata kunci trading online Anda agar tetap menjadi rahasia dan ubahlah secara teratur. Kosongkan sejarah dan cache browser Anda setiap sesi selesai agar informasi akun Anda dibersihkan. Anda disarankan untuk tidak menggunakan fungsi “Auto Complete” untuk menyimpan User ID dan Password (Kata Kunci) karena fungsi ini dapat menyimpan dan mendaftar kemungkinan yang cocok dari entri yang telah Anda ketik sebelumnya.
      • Virus, Spywares dan Adwares
        Selalu instalasikan komputer/ponsel Anda dengan anti-virus perangkat lunak dan program spyware. Scan komputer/ponsel Anda secara teratur untuk mengkarantina dan menghapus Virus / Spyware / Adware yang mungkin ada. Hindari pengunduhan program dan lampiran email dari sumber-sumber yang tidak diketahui dan mencurigakan.
      • Phishing
        Phishing adalah sebuah aksi untuk memperoleh informasi sensitif, seperti username, password (kata kunci) dan rincian kartu kredit, dengan menyamar sebagai entitas yang terpercaya dalam komunikasi elektronik. Hal ini biasanya dilakukan melalui email atau pesan singkat, dan seringkali mengarahkan pengguna untuk memasukkan detil pada sebuah situs web.
        JANGAN PERNAH memberitahukan password (kata kunci) Anda kepada orang lain. Berhati-hatilah pada email atau pesan singkat apapun yang meminta Anda untuk menyediakan informasi akun yang sensitif. Bila Anda menerima email atau pesan singkat seperti ini, jangan balas atau pun meng-klik pada tautan dalam email atau pesan singkat.
      • Pemesanan
        Dalam dunia trading elektronik, Anda dapat mengalami situasi seperti tidak dapat menarik pemesanan yang salah pada saat tersebut karena kecepatan koneksi internet atau mengalami keterlambatan saat transmisi pemesanan dan konfirmasi dari eksekusi pemesanan.

    Not yet a client?
  • Fasilitas Pembiayaan Marjin Maybank Kim Eng memungkinkan Anda memperluas dan memaksimalkan peluang trading Anda. 

    • Sekilas Tentang Marjin

      Sekilas Tentang Marjin

      Mengapa menggunakan fasilitas pembiayaan (Marjin)?

      • Daya beli investor terhadap saham dapat meningkat.
      • Mendapatkan bunga lebih murah dibandingkan dengan penggunaan rekening reguler, yaitu sebesar 17% per tahunnya.
      • Transaksi menjadi lebih maksimal dibanding jaminan awal.

      Contoh perbedaan antara Rekening Marjin dan Rekening Reguler :

      Rekening Margin

       

      Rekening Reguler

      Dengan saham deposit senilai Rp 200.000.000 dan nilai valuasi saham sebesar 100%, nasabah mendapatkan fasilitas pembiayaan maksimal sebesar Rp 400.000.000.

       

      Dengan saham deposit senilai Rp 200.000.000 yang telah diperhitungkan nilai valuasi saham sebesar 80%, nasabah hanya mendapatkan limit transaksi sebesar Rp 160.000.000.

      Denda keterlambatan sebesar 17%.

       

      Denda keterlambatan sebesar 22%.

      Jika tidak melakukan deposit dana T+5 maka tidak dilakukan force selling.

       

      Jika tidak melakukan deposit dana T+5 maka akan dilakukan force selling.

    Not yet a client?
  • Maybank Kim Eng Securities memiliki beberapa persyaratan untuk membuka rekening marjin.

    • Cara Kerja Marjin

      Cara Kerja Marjin

      Syarat membuka rekening marjin Maybank Kim Eng Securities:

      • Memiliki rekening reguler di Maybank Kim Eng Securities selama 1 (satu) bulan dan telah melakukan sekurang-kurangnya 20 (dua puluh) kali transaksi.
      • Memiliki nilai jaminan sekurang-kurangnya Rp 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah) atau 200% (dua ratus persen) dari nilai pembelian Efek pada saat transaksi atau, tergantung mana yang lebih tinggi.
      • Persyaratan Efek yang dapat ditransaksikan dengan pembiayaan penyelesaian transaksi Efek dan yang dapat digunakan sebagai Jaminan Pembiayaan sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Bursa Efek dalam peraturan Otoritas Jasa Keuangan (d.h. Bapepam) no V.D.6. Pemberian Fasilitias Transaksi Margin.

    Not yet a client?
  • Margin call merupakan batas presentase yang mengharuskan Nasabah untuk menambah jumlah uang setoran, sebagai akibat dari turunnya harga saham yang dimiliki (dalam hal ini rasio yang ditentukan oleh IDX adalah sebesar 65%).

    • Rasio Pembiayaan
    • Bagaimana cara menghitung rasio marjin?
    • Bagaimana mengembalikan rasio marjin menjadi 65%?
    • Apa itu Margin Call?

      Rasio Pembiayaan

      Rasio pembiayaan (Margin Ratio) berarti perbandingan antara total nilai Fasilitas Pembiayaan yang digunakan oleh Nasabah untuk Transaksi Marjin dengan nilai Jaminan Pembiayaan (jika berupa Efek nilainya sesuai dengan Daftar Efek yang Dapat Dijaminkan oleh Perusahaan/ DEDJP) yang diserahkan oleh Nasabah kepada PT Maybank Kim Eng Securities (PT MKES).

      Bagaimana cara menghitung rasio marjin?

      Cara menghitung rasio marjin:

      Total transaksi pembelian saham nett ⁄ Jumlah keseluruhan saham × 100

      Contoh:

      Deposit awal                                        : Rp 200.000.000

      Total transaksi pembelian saham           : Rp 550.000.000

      Total transaksi pembelian saham nett    : 550.000.000 – 200.000.000 (Deposit awal) = 350.000.000

      Rasio marjin                                         : 350.000.000 ⁄ 550.000.000 × 100 = 63,64%

      Keterangan:

      • Karena rasio marjin masih berada di 63,64%, nasabah masih dapat membeli saham hingga batas maksimal, yaitu pada rasio marjin sebesar 65%.
      • Cara menghitung batas maksimal pembelian saham di rasio 65%: 

         Pembiayaan marjin - (Total saham yang dibeli × Rasio marjin maksimum) ⁄ 1 - rasio marjin maksimum

         = 350.000.000 - (500.000.000 × 0,65) ⁄ 1 - 0,65

         = 350.000.000 - 375.500.000 ⁄ 0,35

         = (7.500.000) ⁄ 0,35

         = (21.428.571)

      Dari penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa sisa limit yang belum digunakan dan bisa digunakan untuk pembelian saham yaitu sebesar Rp 21.428.571,- atau sebesar maksimal dari fasilitas pembiayaan yang disetujui, tergantung mana yang lebih rendah.

      • Jika nilai pembelian yang dimasukkan melebihi batas maksimal, misalnya sebesar
        Rp 24.500.000,- sistem akan secara otomatis menolak pemasukan saham tersebut karena telah melebihi batas maksimal rasio.

       

      Bagaimana mengembalikan rasio marjin menjadi 65%?

      Terdapat dua cara untuk mengembalikan rasio marjin ke 65%:

      1. Deposit dana atau saham marjin

      Apabila terjadi penurunan saham yang mengakibatkan rasio naik menjadi lebih dari 65%, maka nasabah harus melakukan deposit dana atau saham marjin agar rasio kembali menjadi 65%.

      Contoh:

      Deposit awal                                         : Rp 200.000.000

      Total transaksi pembelian saham            : Rp 550.000.000

      Total transaksi pembelian saham nett     : 550.000.000 – 200.000.000 (deposit awal) = 350.000.000

      Nilai penurunan harga saham sebesar 10%:

      = 550.000.000 (total transaksi pembelian saham) x 10% (penurunan saham)

      = 55.000.000

      Nilai harga saham setelah penurunan 10%:    

      = 550.000.000 (total transaksi pembelian saham) - 55.000.000 (penurunan saham)

      = 495.000.000

      Rasio margin setelah penurunan saham: 

      Total transaksi pembelian saham nett ⁄ Jumlah keseluruhan saham × 100

      = 350.000.000 ⁄ 495.000.000 × 100 = 70%

      Keterangan:

      • Karena terjadi penurunan saham sebesar 10% (Rp 55.000.000,-), maka rasio berubah menjadi 70% dan jumlah saham yang semula dibeli sebesar Rp 550.000.000,- nilainya menjadi turun, yaitu menjadi Rp 495.000.000,-
      • Untuk menurunkan rasio marjin menjadi 65%, maka nasabah harus melakukan top up/penambahan dana atau deposit saham ber-marjin atau melakukan penjualan/forced sell.


      Cara menghitung besarnya top up yang harus dilakukan ketika rasio marjin telah melebihi 65%:

      Total transaksi pembelian saham nett – (Nilai harga saham setelah penurunan x rasio marjin maksimal)

      = 350.000.000 – (495.000.000 x 0,65)

      = 350.000.000 – 321.750.000

      = 28.250.000

      Keterangan:

      • Dari penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa karena adanya penurunan harga saham sebesar 10%, nasabah harus melakukan top up/penambahan dana sebesar Rp 28.250.000 (belum termasuk fee).
      • Setelah top up/penambahan dana sebesar Rp 28.250.000, maka rasio marjin kembali menjadi 65%. Perhitungannya sebagai berikut: 

      350,000,000 - 28,250,000 ⁄ 495,000,000 × 100 = 65

      Cara menghitung besar deposit saham yang harus dilakukan ketika rasio marjin telah melebihi 65%:

      Total transaksi pembelian saham nett / 65% - Nilai harga saham setelah penurunan / 100%

      = 350,000,000 / 65% - 495,000,000 / 100%

      = 538.461.538 – 495.000.000

      = 43.461.538

      Keterangan:

      • Dari penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa karena adanya penurunan harga saham sebesar 10%, nasabah harus melakukan deposit saham ber-marjin sebesar Rp 43.461.538 (belum termasuk fee).
      • Setelah deposit saham sebesar Rp 43.461.538, maka jumlah keseluruhan saham menjadi: 

      495.000.000 (nilai harga saham setelah penurunan) + 43.461.538 = Rp 538.461.538

      • Setelah deposit saham sebesar Rp 43.461.538, maka rasio margin kembali menjadi 65%. Perhitungannya sebagai berikut:

      350.000.000 / 495.000.000 + 43.461.538 x 100

      = 350.000.000 / 538.461.538 x 100

      = 65

       

      2. Forced sell

      Jika rasio marjin telah berada di atas batas maksimal (65%) dan nasabah belum melakukan top up/penambahan dana ataupun deposit lebih dari 3 (tiga) hari, maka nasabah akan dikenakan forced sell. Cara menghitung besar forced sell yang harus dilakukan ketika rasio marjin telah melebihi 65%:

      Amount of financing - (Collateral pledge x 0,65) / 1 - 0,65

      = 350.000.000 - (495.000.000 x 0,65) / 0,35

      = 350.000.000 -321.750.000 / 0,35

      = 28.250.000 / 0,35

      = 80.714.285

      Keterangan:

      • Dari penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa karena adanya penurunan harga saham sebesar 10%, nasabah harus melakukan deposit sebesar Rp 28.250.000 (belum termasuk biaya), ataupun deposit saham sebesar Rp 43.461.538, namun jika nasabah tidak juga melakukan top up/penambahan dana ataupun deposit hingga lebih dari 3 (tiga) hari, maka jumlah forced sell yang akan dikenakan dari akun marjin nasabah yaitu sebesar Rp 80.714.285 (belum termasuk biaya).
      • Setelah forced sell sebesar Rp 80.714.285, maka rasio marjin kembali menjadi 65%. Perhitungannya sebagai berikut: 

      495.000.000 (nilai harga saham setelah penurunan) + 43.461.538 = Rp 538.461.538

      • Setelah deposit saham sebesar Rp 43.461.538, maka rasio margin kembali menjadi 65%. Perhitungannya sebagai berikut:

      350.000.000 - 80.714.285 / 495.000.000 - 80.714.285

      = 65%

      Apa itu Margin Call?

      Margin call merupakan batas presentase yang mengharuskan Nasabah untuk menambah jumlah uang setoran, sebagai akibat dari turunnya harga saham yang dimiliki (dalam hal ini rasio yang ditentukan oleh IDX adalah sebesar 65%).

    Not yet a client?
  • Marginable Securities dikeluarkan oleh Bursa Efek tiap akhir bulan yang berlaku untuk bulan berikutnya.

    • Marginable Securities

      Marginable Securities

      Marginable Securities dikeluarkan oleh Bursa Efek tiap akhir bulan yang berlaku untuk bulan berikutnya.

      Persentase

       

      Diatur oleh IDX

       

      Trigger Limits

      Untuk Compliance

       

      Pinjaman/Jaminan

      Margin Awal

       

      50%

      Margin Call

       

      65%

      Forced Selling / Penjualan

       

      80% atau 3 hari berturut-turut dalam posisi Margin Call

      Konvensi yang digunakan

       

      X (dengan jaminan senilai 100% dari nilai pasar)

      1. Jika nilai Jaminan Pembiayaan mengalami penurunan sehingga nilai pembiayaan melebihi 65% dari nilai Jaminan Pembiayaan, maka Perusahaan Efek wajib melakukan Permintaan Pemenuhan Jaminan kepada nasabahnya dan nasabah wajib memenuhi Permintaan Pemenuhan Jaminan, sehingga nilai pembiayaan tidak melebihi 65% dari nilai Jaminan Pembiayaan.
      2. Dengan fasilitas pembiayaan marjin, nasabah tidak perlu melakukan top up/penambahan dana ataupun forced sell di hari ke-5 (lima) seperti halnya rekening reguler, kecuali rasio marjin menjadi di atas 65%.
      3. Nilai saham yang dimiliki ditetapkan secara harian, yaitu pada harga pasar terakhir dari hari sebelumnya.
      4. Mohon hubungi Investment Consultant atau Pelayanan Pelanggan kami bila Anda memerlukan bantuan.

    Not yet a client?
  • Berikut adalah beberapa risiko utama yang ada dalam trading marjin

    • Leverage
    • Margin call
    • Ekspos dan trading yang melewati batas
    • Track Record
    • Electronic Trading

      Leverage

      Pembiayaan Marjin adalah sebuah produk pendanaan. Profil risiko dan imbal baliknya diperbesar beberapa kali lipat. Dengan jumlah marjin awal yang dibutuhkan untuk melakukan transaksi dengan relatif lebih kecil dibandingkan dengan nilai transaksi, pergerakan pasar yang relatif kecil akan memiliki dampak yang lebih besar secara proporsional yang dapat mengakibatkan kerugian yang melebihi marjin awal/modal yang ditanamkan.

      Margin call

      Bila pasar bergerak melawan arah dari yang Anda miliki, hal ini akan dapat berdampak pada marjin call atau permintaan untuk menambah deposit dana bersamaan dengan perusahaan yang menutup kekurangan akan tingkat marjin yang dibutuhkan untuk mempertahankan posisi.

      Jika Anda tidak dapat memberikan dana tambahan, broker Anda dapat menutup posisi tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada Anda. Anda juga masih bertanggung jawab terhadap kerugian lebih lanjut yang disebabkan oleh hal ini.

      Ekspos dan trading yang melewati batas

      Investor seringkali hanya melihat marjin yang dibutuhkan dan seringkali kurang sadar dan mengambil nilai kontrak sepenuhnya ke dalam akunnya. Saat trading dengan kontrak yang berjumlah besar, potensi eksposur dari kontrak-kontrak tersebut dapat melebihi sumber finansial investor secara signifikan.

      Track Record

      Nasabah yang dapat memperoleh fasilitas marjin adalah Nasabah yang telah memiliki Rekening Reguler selama 1 bulan dan melakukan transaksi minimal 20 kali transaksi.

      Electronic Trading

      Apakah risiko electronic trading / perdagangan elektronik yang saya butuh perhatikan?

      • Password / Kata Kunci
        Selalu simpan kata kunci trading online Anda agar tetap menjadi rahasia dan ubahlah secara teratur. Kosongkan sejarah dan cache browser Anda setiap sesi selesai agar informasi akun Anda dibersihkan. Anda disarankan untuk tidak menggunakan fungsi “Auto Complete” untuk menyimpan User ID dan Password (Kata Kunci) karena fungsi ini dapat menyimpan dan mendaftar kemungkinan yang cocok dari entri yang telah Anda ketik sebelumnya.
      • Virus, Spywares dan Adwares
        Selalu instalasikan komputer/ponsel Anda dengan anti-virus perangkat lunak dan program spyware. Scan komputer/ponsel Anda secara teratur untuk mengkarantina dan menghapus Virus / Spyware / Adware yang mungkin ada. Hindari pengunduhan program dan lampiran email dari sumber-sumber yang tidak diketahui dan mencurigakan.
      • Phishing
        Phishing adalah sebuah aksi untuk memperoleh informasi sensitif, seperti username, password (kata kunci) dan rincian kartu kredit, dengan menyamar sebagai entitas yang terpercaya dalam komunikasi elektronik. Hal ini biasanya dilakukan melalui email atau pesan singkat, dan seringkali mengarahkan pengguna untuk memasukkan detil pada sebuah situs web.
        JANGAN PERNAH memberitahukan password (kata kunci) Anda kepada orang lain. Berhati-hatilah pada email atau pesan singkat apapun yang meminta Anda untuk menyediakan informasi akun yang sensitif. Bila Anda menerima email atau pesan singkat seperti ini, jangan balas atau pun meng-klik pada tautan dalam email atau pesan singkat.
      • Pemesanan
        Dalam dunia trading elektronik, Anda dapat mengalami situasi seperti tidak dapat menarik pemesanan yang salah pada saat tersebut karena kecepatan koneksi internet atau mengalami keterlambatan saat transmisi pemesanan dan konfirmasi dari eksekusi pemesanan.

    Not yet a client?
  • Fasilitas Pembiayaan Marjin Maybank Kim Eng memungkinkan Anda memperluas dan memaksimalkan peluang trading Anda. 

    • Sekilas Tentang Marjin

      Sekilas Tentang Marjin

      Mengapa menggunakan fasilitas pembiayaan (Marjin)?

      • Daya beli investor terhadap saham dapat meningkat.
      • Mendapatkan bunga lebih murah dibandingkan dengan penggunaan rekening reguler, yaitu sebesar 17% per tahunnya.
      • Transaksi menjadi lebih maksimal dibanding jaminan awal.

      Contoh perbedaan antara Rekening Marjin dan Rekening Reguler :

      Rekening Margin

       

      Rekening Reguler

      Dengan saham deposit senilai Rp 200.000.000 dan nilai valuasi saham sebesar 100%, nasabah mendapatkan fasilitas pembiayaan maksimal sebesar Rp 400.000.000.

       

      Dengan saham deposit senilai Rp 200.000.000 yang telah diperhitungkan nilai valuasi saham sebesar 80%, nasabah hanya mendapatkan limit transaksi sebesar Rp 160.000.000.

      Denda keterlambatan sebesar 17%.

       

      Denda keterlambatan sebesar 22%.

      Jika tidak melakukan deposit dana T+5 maka tidak dilakukan force selling.

       

      Jika tidak melakukan deposit dana T+5 maka akan dilakukan force selling.

    Not yet a client?
  • Maybank Kim Eng Securities memiliki beberapa persyaratan untuk membuka rekening marjin.

    • Cara Kerja Marjin

      Cara Kerja Marjin

      Syarat membuka rekening marjin Maybank Kim Eng Securities:

      • Memiliki rekening reguler di Maybank Kim Eng Securities selama 1 (satu) bulan dan telah melakukan sekurang-kurangnya 20 (dua puluh) kali transaksi.
      • Memiliki nilai jaminan sekurang-kurangnya Rp 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah) atau 200% (dua ratus persen) dari nilai pembelian Efek pada saat transaksi atau, tergantung mana yang lebih tinggi.
      • Persyaratan Efek yang dapat ditransaksikan dengan pembiayaan penyelesaian transaksi Efek dan yang dapat digunakan sebagai Jaminan Pembiayaan sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Bursa Efek dalam peraturan Otoritas Jasa Keuangan (d.h. Bapepam) no V.D.6. Pemberian Fasilitias Transaksi Margin.

    Not yet a client?
  • Margin call merupakan batas presentase yang mengharuskan Nasabah untuk menambah jumlah uang setoran, sebagai akibat dari turunnya harga saham yang dimiliki (dalam hal ini rasio yang ditentukan oleh IDX adalah sebesar 65%).

    • Rasio Pembiayaan
    • Bagaimana cara menghitung rasio marjin?
    • Bagaimana mengembalikan rasio marjin menjadi 65%?
    • Apa itu Margin Call?

      Rasio Pembiayaan

      Rasio pembiayaan (Margin Ratio) berarti perbandingan antara total nilai Fasilitas Pembiayaan yang digunakan oleh Nasabah untuk Transaksi Marjin dengan nilai Jaminan Pembiayaan (jika berupa Efek nilainya sesuai dengan Daftar Efek yang Dapat Dijaminkan oleh Perusahaan/ DEDJP) yang diserahkan oleh Nasabah kepada PT Maybank Kim Eng Securities (PT MKES).

      Bagaimana cara menghitung rasio marjin?

      Cara menghitung rasio marjin:

      Total transaksi pembelian saham nett ⁄ Jumlah keseluruhan saham × 100

      Contoh:

      Deposit awal                                        : Rp 200.000.000

      Total transaksi pembelian saham           : Rp 550.000.000

      Total transaksi pembelian saham nett    : 550.000.000 – 200.000.000 (Deposit awal) = 350.000.000

      Rasio marjin                                         : 350.000.000 ⁄ 550.000.000 × 100 = 63,64%

      Keterangan:

      • Karena rasio marjin masih berada di 63,64%, nasabah masih dapat membeli saham hingga batas maksimal, yaitu pada rasio marjin sebesar 65%.
      • Cara menghitung batas maksimal pembelian saham di rasio 65%: 

         Pembiayaan marjin - (Total saham yang dibeli × Rasio marjin maksimum) ⁄ 1 - rasio marjin maksimum

         = 350.000.000 - (500.000.000 × 0,65) ⁄ 1 - 0,65

         = 350.000.000 - 375.500.000 ⁄ 0,35

         = (7.500.000) ⁄ 0,35

         = (21.428.571)

      Dari penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa sisa limit yang belum digunakan dan bisa digunakan untuk pembelian saham yaitu sebesar Rp 21.428.571,- atau sebesar maksimal dari fasilitas pembiayaan yang disetujui, tergantung mana yang lebih rendah.

      • Jika nilai pembelian yang dimasukkan melebihi batas maksimal, misalnya sebesar
        Rp 24.500.000,- sistem akan secara otomatis menolak pemasukan saham tersebut karena telah melebihi batas maksimal rasio.

       

      Bagaimana mengembalikan rasio marjin menjadi 65%?

      Terdapat dua cara untuk mengembalikan rasio marjin ke 65%:

      1. Deposit dana atau saham marjin

      Apabila terjadi penurunan saham yang mengakibatkan rasio naik menjadi lebih dari 65%, maka nasabah harus melakukan deposit dana atau saham marjin agar rasio kembali menjadi 65%.

      Contoh:

      Deposit awal                                         : Rp 200.000.000

      Total transaksi pembelian saham            : Rp 550.000.000

      Total transaksi pembelian saham nett     : 550.000.000 – 200.000.000 (deposit awal) = 350.000.000

      Nilai penurunan harga saham sebesar 10%:

      = 550.000.000 (total transaksi pembelian saham) x 10% (penurunan saham)

      = 55.000.000

      Nilai harga saham setelah penurunan 10%:    

      = 550.000.000 (total transaksi pembelian saham) - 55.000.000 (penurunan saham)

      = 495.000.000

      Rasio margin setelah penurunan saham: 

      Total transaksi pembelian saham nett ⁄ Jumlah keseluruhan saham × 100

      = 350.000.000 ⁄ 495.000.000 × 100 = 70%

      Keterangan:

      • Karena terjadi penurunan saham sebesar 10% (Rp 55.000.000,-), maka rasio berubah menjadi 70% dan jumlah saham yang semula dibeli sebesar Rp 550.000.000,- nilainya menjadi turun, yaitu menjadi Rp 495.000.000,-
      • Untuk menurunkan rasio marjin menjadi 65%, maka nasabah harus melakukan top up/penambahan dana atau deposit saham ber-marjin atau melakukan penjualan/forced sell.


      Cara menghitung besarnya top up yang harus dilakukan ketika rasio marjin telah melebihi 65%:

      Total transaksi pembelian saham nett – (Nilai harga saham setelah penurunan x rasio marjin maksimal)

      = 350.000.000 – (495.000.000 x 0,65)

      = 350.000.000 – 321.750.000

      = 28.250.000

      Keterangan:

      • Dari penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa karena adanya penurunan harga saham sebesar 10%, nasabah harus melakukan top up/penambahan dana sebesar Rp 28.250.000 (belum termasuk fee).
      • Setelah top up/penambahan dana sebesar Rp 28.250.000, maka rasio marjin kembali menjadi 65%. Perhitungannya sebagai berikut: 

      350,000,000 - 28,250,000 ⁄ 495,000,000 × 100 = 65

      Cara menghitung besar deposit saham yang harus dilakukan ketika rasio marjin telah melebihi 65%:

      Total transaksi pembelian saham nett / 65% - Nilai harga saham setelah penurunan / 100%

      = 350,000,000 / 65% - 495,000,000 / 100%

      = 538.461.538 – 495.000.000

      = 43.461.538

      Keterangan:

      • Dari penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa karena adanya penurunan harga saham sebesar 10%, nasabah harus melakukan deposit saham ber-marjin sebesar Rp 43.461.538 (belum termasuk fee).
      • Setelah deposit saham sebesar Rp 43.461.538, maka jumlah keseluruhan saham menjadi: 

      495.000.000 (nilai harga saham setelah penurunan) + 43.461.538 = Rp 538.461.538

      • Setelah deposit saham sebesar Rp 43.461.538, maka rasio margin kembali menjadi 65%. Perhitungannya sebagai berikut:

      350.000.000 / 495.000.000 + 43.461.538 x 100

      = 350.000.000 / 538.461.538 x 100

      = 65

       

      2. Forced sell

      Jika rasio marjin telah berada di atas batas maksimal (65%) dan nasabah belum melakukan top up/penambahan dana ataupun deposit lebih dari 3 (tiga) hari, maka nasabah akan dikenakan forced sell. Cara menghitung besar forced sell yang harus dilakukan ketika rasio marjin telah melebihi 65%:

      Amount of financing - (Collateral pledge x 0,65) / 1 - 0,65

      = 350.000.000 - (495.000.000 x 0,65) / 0,35

      = 350.000.000 -321.750.000 / 0,35

      = 28.250.000 / 0,35

      = 80.714.285

      Keterangan:

      • Dari penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa karena adanya penurunan harga saham sebesar 10%, nasabah harus melakukan deposit sebesar Rp 28.250.000 (belum termasuk biaya), ataupun deposit saham sebesar Rp 43.461.538, namun jika nasabah tidak juga melakukan top up/penambahan dana ataupun deposit hingga lebih dari 3 (tiga) hari, maka jumlah forced sell yang akan dikenakan dari akun marjin nasabah yaitu sebesar Rp 80.714.285 (belum termasuk biaya).
      • Setelah forced sell sebesar Rp 80.714.285, maka rasio marjin kembali menjadi 65%. Perhitungannya sebagai berikut: 

      495.000.000 (nilai harga saham setelah penurunan) + 43.461.538 = Rp 538.461.538

      • Setelah deposit saham sebesar Rp 43.461.538, maka rasio margin kembali menjadi 65%. Perhitungannya sebagai berikut:

      350.000.000 - 80.714.285 / 495.000.000 - 80.714.285

      = 65%

      Apa itu Margin Call?

      Margin call merupakan batas presentase yang mengharuskan Nasabah untuk menambah jumlah uang setoran, sebagai akibat dari turunnya harga saham yang dimiliki (dalam hal ini rasio yang ditentukan oleh IDX adalah sebesar 65%).

    Not yet a client?
  • Marginable Securities dikeluarkan oleh Bursa Efek tiap akhir bulan yang berlaku untuk bulan berikutnya.

    • Marginable Securities

      Marginable Securities

      Marginable Securities dikeluarkan oleh Bursa Efek tiap akhir bulan yang berlaku untuk bulan berikutnya.

      Persentase

       

      Diatur oleh IDX

       

      Trigger Limits

      Untuk Compliance

       

      Pinjaman/Jaminan

      Margin Awal

       

      50%

      Margin Call

       

      65%

      Forced Selling / Penjualan

       

      80% atau 3 hari berturut-turut dalam posisi Margin Call

      Konvensi yang digunakan

       

      X (dengan jaminan senilai 100% dari nilai pasar)

      1. Jika nilai Jaminan Pembiayaan mengalami penurunan sehingga nilai pembiayaan melebihi 65% dari nilai Jaminan Pembiayaan, maka Perusahaan Efek wajib melakukan Permintaan Pemenuhan Jaminan kepada nasabahnya dan nasabah wajib memenuhi Permintaan Pemenuhan Jaminan, sehingga nilai pembiayaan tidak melebihi 65% dari nilai Jaminan Pembiayaan.
      2. Dengan fasilitas pembiayaan marjin, nasabah tidak perlu melakukan top up/penambahan dana ataupun forced sell di hari ke-5 (lima) seperti halnya rekening reguler, kecuali rasio marjin menjadi di atas 65%.
      3. Nilai saham yang dimiliki ditetapkan secara harian, yaitu pada harga pasar terakhir dari hari sebelumnya.
      4. Mohon hubungi Investment Consultant atau Pelayanan Pelanggan kami bila Anda memerlukan bantuan.

    Not yet a client?
  • Berikut adalah beberapa risiko utama yang ada dalam trading marjin

    • Leverage
    • Margin call
    • Ekspos dan trading yang melewati batas
    • Track Record
    • Electronic Trading

      Leverage

      Pembiayaan Marjin adalah sebuah produk pendanaan. Profil risiko dan imbal baliknya diperbesar beberapa kali lipat. Dengan jumlah marjin awal yang dibutuhkan untuk melakukan transaksi dengan relatif lebih kecil dibandingkan dengan nilai transaksi, pergerakan pasar yang relatif kecil akan memiliki dampak yang lebih besar secara proporsional yang dapat mengakibatkan kerugian yang melebihi marjin awal/modal yang ditanamkan.

      Margin call

      Bila pasar bergerak melawan arah dari yang Anda miliki, hal ini akan dapat berdampak pada marjin call atau permintaan untuk menambah deposit dana bersamaan dengan perusahaan yang menutup kekurangan akan tingkat marjin yang dibutuhkan untuk mempertahankan posisi.

      Jika Anda tidak dapat memberikan dana tambahan, broker Anda dapat menutup posisi tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada Anda. Anda juga masih bertanggung jawab terhadap kerugian lebih lanjut yang disebabkan oleh hal ini.

      Ekspos dan trading yang melewati batas

      Investor seringkali hanya melihat marjin yang dibutuhkan dan seringkali kurang sadar dan mengambil nilai kontrak sepenuhnya ke dalam akunnya. Saat trading dengan kontrak yang berjumlah besar, potensi eksposur dari kontrak-kontrak tersebut dapat melebihi sumber finansial investor secara signifikan.

      Track Record

      Nasabah yang dapat memperoleh fasilitas marjin adalah Nasabah yang telah memiliki Rekening Reguler selama 1 bulan dan melakukan transaksi minimal 20 kali transaksi.

      Electronic Trading

      Apakah risiko electronic trading / perdagangan elektronik yang saya butuh perhatikan?

      • Password / Kata Kunci
        Selalu simpan kata kunci trading online Anda agar tetap menjadi rahasia dan ubahlah secara teratur. Kosongkan sejarah dan cache browser Anda setiap sesi selesai agar informasi akun Anda dibersihkan. Anda disarankan untuk tidak menggunakan fungsi “Auto Complete” untuk menyimpan User ID dan Password (Kata Kunci) karena fungsi ini dapat menyimpan dan mendaftar kemungkinan yang cocok dari entri yang telah Anda ketik sebelumnya.
      • Virus, Spywares dan Adwares
        Selalu instalasikan komputer/ponsel Anda dengan anti-virus perangkat lunak dan program spyware. Scan komputer/ponsel Anda secara teratur untuk mengkarantina dan menghapus Virus / Spyware / Adware yang mungkin ada. Hindari pengunduhan program dan lampiran email dari sumber-sumber yang tidak diketahui dan mencurigakan.
      • Phishing
        Phishing adalah sebuah aksi untuk memperoleh informasi sensitif, seperti username, password (kata kunci) dan rincian kartu kredit, dengan menyamar sebagai entitas yang terpercaya dalam komunikasi elektronik. Hal ini biasanya dilakukan melalui email atau pesan singkat, dan seringkali mengarahkan pengguna untuk memasukkan detil pada sebuah situs web.
        JANGAN PERNAH memberitahukan password (kata kunci) Anda kepada orang lain. Berhati-hatilah pada email atau pesan singkat apapun yang meminta Anda untuk menyediakan informasi akun yang sensitif. Bila Anda menerima email atau pesan singkat seperti ini, jangan balas atau pun meng-klik pada tautan dalam email atau pesan singkat.
      • Pemesanan
        Dalam dunia trading elektronik, Anda dapat mengalami situasi seperti tidak dapat menarik pemesanan yang salah pada saat tersebut karena kecepatan koneksi internet atau mengalami keterlambatan saat transmisi pemesanan dan konfirmasi dari eksekusi pemesanan.

    Not yet a client?
  • Fasilitas Pembiayaan Marjin Maybank Kim Eng memungkinkan Anda memperluas dan memaksimalkan peluang trading Anda. 

    • Sekilas Tentang Marjin

      Sekilas Tentang Marjin

      Mengapa menggunakan fasilitas pembiayaan (Marjin)?

      • Daya beli investor terhadap saham dapat meningkat.
      • Mendapatkan bunga lebih murah dibandingkan dengan penggunaan rekening reguler, yaitu sebesar 17% per tahunnya.
      • Transaksi menjadi lebih maksimal dibanding jaminan awal.

      Contoh perbedaan antara Rekening Marjin dan Rekening Reguler :

      Rekening Margin

       

      Rekening Reguler

      Dengan saham deposit senilai Rp 200.000.000 dan nilai valuasi saham sebesar 100%, nasabah mendapatkan fasilitas pembiayaan maksimal sebesar Rp 400.000.000.

       

      Dengan saham deposit senilai Rp 200.000.000 yang telah diperhitungkan nilai valuasi saham sebesar 80%, nasabah hanya mendapatkan limit transaksi sebesar Rp 160.000.000.

      Denda keterlambatan sebesar 17%.

       

      Denda keterlambatan sebesar 22%.

      Jika tidak melakukan deposit dana T+5 maka tidak dilakukan force selling.

       

      Jika tidak melakukan deposit dana T+5 maka akan dilakukan force selling.

    Not yet a client?
  • Maybank Kim Eng Securities memiliki beberapa persyaratan untuk membuka rekening marjin.

    • Cara Kerja Marjin

      Cara Kerja Marjin

      Syarat membuka rekening marjin Maybank Kim Eng Securities:

      • Memiliki rekening reguler di Maybank Kim Eng Securities selama 1 (satu) bulan dan telah melakukan sekurang-kurangnya 20 (dua puluh) kali transaksi.
      • Memiliki nilai jaminan sekurang-kurangnya Rp 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah) atau 200% (dua ratus persen) dari nilai pembelian Efek pada saat transaksi atau, tergantung mana yang lebih tinggi.
      • Persyaratan Efek yang dapat ditransaksikan dengan pembiayaan penyelesaian transaksi Efek dan yang dapat digunakan sebagai Jaminan Pembiayaan sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Bursa Efek dalam peraturan Otoritas Jasa Keuangan (d.h. Bapepam) no V.D.6. Pemberian Fasilitias Transaksi Margin.

    Not yet a client?
  • Margin call merupakan batas presentase yang mengharuskan Nasabah untuk menambah jumlah uang setoran, sebagai akibat dari turunnya harga saham yang dimiliki (dalam hal ini rasio yang ditentukan oleh IDX adalah sebesar 65%).

    • Rasio Pembiayaan
    • Bagaimana cara menghitung rasio marjin?
    • Bagaimana mengembalikan rasio marjin menjadi 65%?
    • Apa itu Margin Call?

      Rasio Pembiayaan

      Rasio pembiayaan (Margin Ratio) berarti perbandingan antara total nilai Fasilitas Pembiayaan yang digunakan oleh Nasabah untuk Transaksi Marjin dengan nilai Jaminan Pembiayaan (jika berupa Efek nilainya sesuai dengan Daftar Efek yang Dapat Dijaminkan oleh Perusahaan/ DEDJP) yang diserahkan oleh Nasabah kepada PT Maybank Kim Eng Securities (PT MKES).

      Bagaimana cara menghitung rasio marjin?

      Cara menghitung rasio marjin:

      Total transaksi pembelian saham nett ⁄ Jumlah keseluruhan saham × 100

      Contoh:

      Deposit awal                                        : Rp 200.000.000

      Total transaksi pembelian saham           : Rp 550.000.000

      Total transaksi pembelian saham nett    : 550.000.000 – 200.000.000 (Deposit awal) = 350.000.000

      Rasio marjin                                         : 350.000.000 ⁄ 550.000.000 × 100 = 63,64%

      Keterangan:

      • Karena rasio marjin masih berada di 63,64%, nasabah masih dapat membeli saham hingga batas maksimal, yaitu pada rasio marjin sebesar 65%.
      • Cara menghitung batas maksimal pembelian saham di rasio 65%: 

         Pembiayaan marjin - (Total saham yang dibeli × Rasio marjin maksimum) ⁄ 1 - rasio marjin maksimum

         = 350.000.000 - (500.000.000 × 0,65) ⁄ 1 - 0,65

         = 350.000.000 - 375.500.000 ⁄ 0,35

         = (7.500.000) ⁄ 0,35

         = (21.428.571)

      Dari penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa sisa limit yang belum digunakan dan bisa digunakan untuk pembelian saham yaitu sebesar Rp 21.428.571,- atau sebesar maksimal dari fasilitas pembiayaan yang disetujui, tergantung mana yang lebih rendah.

      • Jika nilai pembelian yang dimasukkan melebihi batas maksimal, misalnya sebesar
        Rp 24.500.000,- sistem akan secara otomatis menolak pemasukan saham tersebut karena telah melebihi batas maksimal rasio.

       

      Bagaimana mengembalikan rasio marjin menjadi 65%?

      Terdapat dua cara untuk mengembalikan rasio marjin ke 65%:

      1. Deposit dana atau saham marjin

      Apabila terjadi penurunan saham yang mengakibatkan rasio naik menjadi lebih dari 65%, maka nasabah harus melakukan deposit dana atau saham marjin agar rasio kembali menjadi 65%.

      Contoh:

      Deposit awal                                         : Rp 200.000.000

      Total transaksi pembelian saham            : Rp 550.000.000

      Total transaksi pembelian saham nett     : 550.000.000 – 200.000.000 (deposit awal) = 350.000.000

      Nilai penurunan harga saham sebesar 10%:

      = 550.000.000 (total transaksi pembelian saham) x 10% (penurunan saham)

      = 55.000.000

      Nilai harga saham setelah penurunan 10%:    

      = 550.000.000 (total transaksi pembelian saham) - 55.000.000 (penurunan saham)

      = 495.000.000

      Rasio margin setelah penurunan saham: 

      Total transaksi pembelian saham nett ⁄ Jumlah keseluruhan saham × 100

      = 350.000.000 ⁄ 495.000.000 × 100 = 70%

      Keterangan:

      • Karena terjadi penurunan saham sebesar 10% (Rp 55.000.000,-), maka rasio berubah menjadi 70% dan jumlah saham yang semula dibeli sebesar Rp 550.000.000,- nilainya menjadi turun, yaitu menjadi Rp 495.000.000,-
      • Untuk menurunkan rasio marjin menjadi 65%, maka nasabah harus melakukan top up/penambahan dana atau deposit saham ber-marjin atau melakukan penjualan/forced sell.


      Cara menghitung besarnya top up yang harus dilakukan ketika rasio marjin telah melebihi 65%:

      Total transaksi pembelian saham nett – (Nilai harga saham setelah penurunan x rasio marjin maksimal)

      = 350.000.000 – (495.000.000 x 0,65)

      = 350.000.000 – 321.750.000

      = 28.250.000

      Keterangan:

      • Dari penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa karena adanya penurunan harga saham sebesar 10%, nasabah harus melakukan top up/penambahan dana sebesar Rp 28.250.000 (belum termasuk fee).
      • Setelah top up/penambahan dana sebesar Rp 28.250.000, maka rasio marjin kembali menjadi 65%. Perhitungannya sebagai berikut: 

      350,000,000 - 28,250,000 ⁄ 495,000,000 × 100 = 65

      Cara menghitung besar deposit saham yang harus dilakukan ketika rasio marjin telah melebihi 65%:

      Total transaksi pembelian saham nett / 65% - Nilai harga saham setelah penurunan / 100%

      = 350,000,000 / 65% - 495,000,000 / 100%

      = 538.461.538 – 495.000.000

      = 43.461.538

      Keterangan:

      • Dari penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa karena adanya penurunan harga saham sebesar 10%, nasabah harus melakukan deposit saham ber-marjin sebesar Rp 43.461.538 (belum termasuk fee).
      • Setelah deposit saham sebesar Rp 43.461.538, maka jumlah keseluruhan saham menjadi: 

      495.000.000 (nilai harga saham setelah penurunan) + 43.461.538 = Rp 538.461.538

      • Setelah deposit saham sebesar Rp 43.461.538, maka rasio margin kembali menjadi 65%. Perhitungannya sebagai berikut:

      350.000.000 / 495.000.000 + 43.461.538 x 100

      = 350.000.000 / 538.461.538 x 100

      = 65

       

      2. Forced sell

      Jika rasio marjin telah berada di atas batas maksimal (65%) dan nasabah belum melakukan top up/penambahan dana ataupun deposit lebih dari 3 (tiga) hari, maka nasabah akan dikenakan forced sell. Cara menghitung besar forced sell yang harus dilakukan ketika rasio marjin telah melebihi 65%:

      Amount of financing - (Collateral pledge x 0,65) / 1 - 0,65

      = 350.000.000 - (495.000.000 x 0,65) / 0,35

      = 350.000.000 -321.750.000 / 0,35

      = 28.250.000 / 0,35

      = 80.714.285

      Keterangan:

      • Dari penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa karena adanya penurunan harga saham sebesar 10%, nasabah harus melakukan deposit sebesar Rp 28.250.000 (belum termasuk biaya), ataupun deposit saham sebesar Rp 43.461.538, namun jika nasabah tidak juga melakukan top up/penambahan dana ataupun deposit hingga lebih dari 3 (tiga) hari, maka jumlah forced sell yang akan dikenakan dari akun marjin nasabah yaitu sebesar Rp 80.714.285 (belum termasuk biaya).
      • Setelah forced sell sebesar Rp 80.714.285, maka rasio marjin kembali menjadi 65%. Perhitungannya sebagai berikut: 

      495.000.000 (nilai harga saham setelah penurunan) + 43.461.538 = Rp 538.461.538

      • Setelah deposit saham sebesar Rp 43.461.538, maka rasio margin kembali menjadi 65%. Perhitungannya sebagai berikut:

      350.000.000 - 80.714.285 / 495.000.000 - 80.714.285

      = 65%

      Apa itu Margin Call?

      Margin call merupakan batas presentase yang mengharuskan Nasabah untuk menambah jumlah uang setoran, sebagai akibat dari turunnya harga saham yang dimiliki (dalam hal ini rasio yang ditentukan oleh IDX adalah sebesar 65%).

    Not yet a client?
  • Marginable Securities dikeluarkan oleh Bursa Efek tiap akhir bulan yang berlaku untuk bulan berikutnya.

    • Marginable Securities

      Marginable Securities

      Marginable Securities dikeluarkan oleh Bursa Efek tiap akhir bulan yang berlaku untuk bulan berikutnya.

      Persentase

       

      Diatur oleh IDX

       

      Trigger Limits

      Untuk Compliance

       

      Pinjaman/Jaminan

      Margin Awal

       

      50%

      Margin Call

       

      65%

      Forced Selling / Penjualan

       

      80% atau 3 hari berturut-turut dalam posisi Margin Call

      Konvensi yang digunakan

       

      X (dengan jaminan senilai 100% dari nilai pasar)

      1. Jika nilai Jaminan Pembiayaan mengalami penurunan sehingga nilai pembiayaan melebihi 65% dari nilai Jaminan Pembiayaan, maka Perusahaan Efek wajib melakukan Permintaan Pemenuhan Jaminan kepada nasabahnya dan nasabah wajib memenuhi Permintaan Pemenuhan Jaminan, sehingga nilai pembiayaan tidak melebihi 65% dari nilai Jaminan Pembiayaan.
      2. Dengan fasilitas pembiayaan marjin, nasabah tidak perlu melakukan top up/penambahan dana ataupun forced sell di hari ke-5 (lima) seperti halnya rekening reguler, kecuali rasio marjin menjadi di atas 65%.
      3. Nilai saham yang dimiliki ditetapkan secara harian, yaitu pada harga pasar terakhir dari hari sebelumnya.
      4. Mohon hubungi Investment Consultant atau Pelayanan Pelanggan kami bila Anda memerlukan bantuan.

    Not yet a client?
  • Berikut adalah beberapa risiko utama yang ada dalam trading marjin

    • Leverage
    • Margin call
    • Ekspos dan trading yang melewati batas
    • Track Record
    • Electronic Trading

      Leverage

      Pembiayaan Marjin adalah sebuah produk pendanaan. Profil risiko dan imbal baliknya diperbesar beberapa kali lipat. Dengan jumlah marjin awal yang dibutuhkan untuk melakukan transaksi dengan relatif lebih kecil dibandingkan dengan nilai transaksi, pergerakan pasar yang relatif kecil akan memiliki dampak yang lebih besar secara proporsional yang dapat mengakibatkan kerugian yang melebihi marjin awal/modal yang ditanamkan.

      Margin call

      Bila pasar bergerak melawan arah dari yang Anda miliki, hal ini akan dapat berdampak pada marjin call atau permintaan untuk menambah deposit dana bersamaan dengan perusahaan yang menutup kekurangan akan tingkat marjin yang dibutuhkan untuk mempertahankan posisi.

      Jika Anda tidak dapat memberikan dana tambahan, broker Anda dapat menutup posisi tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada Anda. Anda juga masih bertanggung jawab terhadap kerugian lebih lanjut yang disebabkan oleh hal ini.

      Ekspos dan trading yang melewati batas

      Investor seringkali hanya melihat marjin yang dibutuhkan dan seringkali kurang sadar dan mengambil nilai kontrak sepenuhnya ke dalam akunnya. Saat trading dengan kontrak yang berjumlah besar, potensi eksposur dari kontrak-kontrak tersebut dapat melebihi sumber finansial investor secara signifikan.

      Track Record

      Nasabah yang dapat memperoleh fasilitas marjin adalah Nasabah yang telah memiliki Rekening Reguler selama 1 bulan dan melakukan transaksi minimal 20 kali transaksi.

      Electronic Trading

      Apakah risiko electronic trading / perdagangan elektronik yang saya butuh perhatikan?

      • Password / Kata Kunci
        Selalu simpan kata kunci trading online Anda agar tetap menjadi rahasia dan ubahlah secara teratur. Kosongkan sejarah dan cache browser Anda setiap sesi selesai agar informasi akun Anda dibersihkan. Anda disarankan untuk tidak menggunakan fungsi “Auto Complete” untuk menyimpan User ID dan Password (Kata Kunci) karena fungsi ini dapat menyimpan dan mendaftar kemungkinan yang cocok dari entri yang telah Anda ketik sebelumnya.
      • Virus, Spywares dan Adwares
        Selalu instalasikan komputer/ponsel Anda dengan anti-virus perangkat lunak dan program spyware. Scan komputer/ponsel Anda secara teratur untuk mengkarantina dan menghapus Virus / Spyware / Adware yang mungkin ada. Hindari pengunduhan program dan lampiran email dari sumber-sumber yang tidak diketahui dan mencurigakan.
      • Phishing
        Phishing adalah sebuah aksi untuk memperoleh informasi sensitif, seperti username, password (kata kunci) dan rincian kartu kredit, dengan menyamar sebagai entitas yang terpercaya dalam komunikasi elektronik. Hal ini biasanya dilakukan melalui email atau pesan singkat, dan seringkali mengarahkan pengguna untuk memasukkan detil pada sebuah situs web.
        JANGAN PERNAH memberitahukan password (kata kunci) Anda kepada orang lain. Berhati-hatilah pada email atau pesan singkat apapun yang meminta Anda untuk menyediakan informasi akun yang sensitif. Bila Anda menerima email atau pesan singkat seperti ini, jangan balas atau pun meng-klik pada tautan dalam email atau pesan singkat.
      • Pemesanan
        Dalam dunia trading elektronik, Anda dapat mengalami situasi seperti tidak dapat menarik pemesanan yang salah pada saat tersebut karena kecepatan koneksi internet atau mengalami keterlambatan saat transmisi pemesanan dan konfirmasi dari eksekusi pemesanan.

    Not yet a client?
  • Fasilitas Pembiayaan Marjin Maybank Kim Eng memungkinkan Anda memperluas dan memaksimalkan peluang trading Anda. 

    • Sekilas Tentang Marjin

      Sekilas Tentang Marjin

      Mengapa menggunakan fasilitas pembiayaan (Marjin)?

      • Daya beli investor terhadap saham dapat meningkat.
      • Mendapatkan bunga lebih murah dibandingkan dengan penggunaan rekening reguler, yaitu sebesar 17% per tahunnya.
      • Transaksi menjadi lebih maksimal dibanding jaminan awal.

      Contoh perbedaan antara Rekening Marjin dan Rekening Reguler :

      Rekening Margin

       

      Rekening Reguler

      Dengan saham deposit senilai Rp 200.000.000 dan nilai valuasi saham sebesar 100%, nasabah mendapatkan fasilitas pembiayaan maksimal sebesar Rp 400.000.000.

       

      Dengan saham deposit senilai Rp 200.000.000 yang telah diperhitungkan nilai valuasi saham sebesar 80%, nasabah hanya mendapatkan limit transaksi sebesar Rp 160.000.000.

      Denda keterlambatan sebesar 17%.

       

      Denda keterlambatan sebesar 22%.

      Jika tidak melakukan deposit dana T+5 maka tidak dilakukan force selling.

       

      Jika tidak melakukan deposit dana T+5 maka akan dilakukan force selling.

    Not yet a client?
  • Maybank Kim Eng Securities memiliki beberapa persyaratan untuk membuka rekening marjin.

    • Cara Kerja Marjin

      Cara Kerja Marjin

      Syarat membuka rekening marjin Maybank Kim Eng Securities:

      • Memiliki rekening reguler di Maybank Kim Eng Securities selama 1 (satu) bulan dan telah melakukan sekurang-kurangnya 20 (dua puluh) kali transaksi.
      • Memiliki nilai jaminan sekurang-kurangnya Rp 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah) atau 200% (dua ratus persen) dari nilai pembelian Efek pada saat transaksi atau, tergantung mana yang lebih tinggi.
      • Persyaratan Efek yang dapat ditransaksikan dengan pembiayaan penyelesaian transaksi Efek dan yang dapat digunakan sebagai Jaminan Pembiayaan sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Bursa Efek dalam peraturan Otoritas Jasa Keuangan (d.h. Bapepam) no V.D.6. Pemberian Fasilitias Transaksi Margin.

    Not yet a client?
  • Margin call merupakan batas presentase yang mengharuskan Nasabah untuk menambah jumlah uang setoran, sebagai akibat dari turunnya harga saham yang dimiliki (dalam hal ini rasio yang ditentukan oleh IDX adalah sebesar 65%).

    • Rasio Pembiayaan
    • Bagaimana cara menghitung rasio marjin?
    • Bagaimana mengembalikan rasio marjin menjadi 65%?
    • Apa itu Margin Call?

      Rasio Pembiayaan

      Rasio pembiayaan (Margin Ratio) berarti perbandingan antara total nilai Fasilitas Pembiayaan yang digunakan oleh Nasabah untuk Transaksi Marjin dengan nilai Jaminan Pembiayaan (jika berupa Efek nilainya sesuai dengan Daftar Efek yang Dapat Dijaminkan oleh Perusahaan/ DEDJP) yang diserahkan oleh Nasabah kepada PT Maybank Kim Eng Securities (PT MKES).

      Bagaimana cara menghitung rasio marjin?

      Cara menghitung rasio marjin:

      Total transaksi pembelian saham nett ⁄ Jumlah keseluruhan saham × 100

      Contoh:

      Deposit awal                                        : Rp 200.000.000

      Total transaksi pembelian saham           : Rp 550.000.000

      Total transaksi pembelian saham nett    : 550.000.000 – 200.000.000 (Deposit awal) = 350.000.000

      Rasio marjin                                         : 350.000.000 ⁄ 550.000.000 × 100 = 63,64%

      Keterangan:

      • Karena rasio marjin masih berada di 63,64%, nasabah masih dapat membeli saham hingga batas maksimal, yaitu pada rasio marjin sebesar 65%.
      • Cara menghitung batas maksimal pembelian saham di rasio 65%: 

         Pembiayaan marjin - (Total saham yang dibeli × Rasio marjin maksimum) ⁄ 1 - rasio marjin maksimum

         = 350.000.000 - (500.000.000 × 0,65) ⁄ 1 - 0,65

         = 350.000.000 - 375.500.000 ⁄ 0,35

         = (7.500.000) ⁄ 0,35

         = (21.428.571)

      Dari penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa sisa limit yang belum digunakan dan bisa digunakan untuk pembelian saham yaitu sebesar Rp 21.428.571,- atau sebesar maksimal dari fasilitas pembiayaan yang disetujui, tergantung mana yang lebih rendah.

      • Jika nilai pembelian yang dimasukkan melebihi batas maksimal, misalnya sebesar
        Rp 24.500.000,- sistem akan secara otomatis menolak pemasukan saham tersebut karena telah melebihi batas maksimal rasio.

       

      Bagaimana mengembalikan rasio marjin menjadi 65%?

      Terdapat dua cara untuk mengembalikan rasio marjin ke 65%:

      1. Deposit dana atau saham marjin

      Apabila terjadi penurunan saham yang mengakibatkan rasio naik menjadi lebih dari 65%, maka nasabah harus melakukan deposit dana atau saham marjin agar rasio kembali menjadi 65%.

      Contoh:

      Deposit awal                                         : Rp 200.000.000

      Total transaksi pembelian saham            : Rp 550.000.000

      Total transaksi pembelian saham nett     : 550.000.000 – 200.000.000 (deposit awal) = 350.000.000

      Nilai penurunan harga saham sebesar 10%:

      = 550.000.000 (total transaksi pembelian saham) x 10% (penurunan saham)

      = 55.000.000

      Nilai harga saham setelah penurunan 10%:    

      = 550.000.000 (total transaksi pembelian saham) - 55.000.000 (penurunan saham)

      = 495.000.000

      Rasio margin setelah penurunan saham: 

      Total transaksi pembelian saham nett ⁄ Jumlah keseluruhan saham × 100

      = 350.000.000 ⁄ 495.000.000 × 100 = 70%

      Keterangan:

      • Karena terjadi penurunan saham sebesar 10% (Rp 55.000.000,-), maka rasio berubah menjadi 70% dan jumlah saham yang semula dibeli sebesar Rp 550.000.000,- nilainya menjadi turun, yaitu menjadi Rp 495.000.000,-
      • Untuk menurunkan rasio marjin menjadi 65%, maka nasabah harus melakukan top up/penambahan dana atau deposit saham ber-marjin atau melakukan penjualan/forced sell.


      Cara menghitung besarnya top up yang harus dilakukan ketika rasio marjin telah melebihi 65%:

      Total transaksi pembelian saham nett – (Nilai harga saham setelah penurunan x rasio marjin maksimal)

      = 350.000.000 – (495.000.000 x 0,65)

      = 350.000.000 – 321.750.000

      = 28.250.000

      Keterangan:

      • Dari penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa karena adanya penurunan harga saham sebesar 10%, nasabah harus melakukan top up/penambahan dana sebesar Rp 28.250.000 (belum termasuk fee).
      • Setelah top up/penambahan dana sebesar Rp 28.250.000, maka rasio marjin kembali menjadi 65%. Perhitungannya sebagai berikut: 

      350,000,000 - 28,250,000 ⁄ 495,000,000 × 100 = 65

      Cara menghitung besar deposit saham yang harus dilakukan ketika rasio marjin telah melebihi 65%:

      Total transaksi pembelian saham nett / 65% - Nilai harga saham setelah penurunan / 100%

      = 350,000,000 / 65% - 495,000,000 / 100%

      = 538.461.538 – 495.000.000

      = 43.461.538

      Keterangan:

      • Dari penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa karena adanya penurunan harga saham sebesar 10%, nasabah harus melakukan deposit saham ber-marjin sebesar Rp 43.461.538 (belum termasuk fee).
      • Setelah deposit saham sebesar Rp 43.461.538, maka jumlah keseluruhan saham menjadi: 

      495.000.000 (nilai harga saham setelah penurunan) + 43.461.538 = Rp 538.461.538

      • Setelah deposit saham sebesar Rp 43.461.538, maka rasio margin kembali menjadi 65%. Perhitungannya sebagai berikut:

      350.000.000 / 495.000.000 + 43.461.538 x 100

      = 350.000.000 / 538.461.538 x 100

      = 65

       

      2. Forced sell

      Jika rasio marjin telah berada di atas batas maksimal (65%) dan nasabah belum melakukan top up/penambahan dana ataupun deposit lebih dari 3 (tiga) hari, maka nasabah akan dikenakan forced sell. Cara menghitung besar forced sell yang harus dilakukan ketika rasio marjin telah melebihi 65%:

      Amount of financing - (Collateral pledge x 0,65) / 1 - 0,65

      = 350.000.000 - (495.000.000 x 0,65) / 0,35

      = 350.000.000 -321.750.000 / 0,35

      = 28.250.000 / 0,35

      = 80.714.285

      Keterangan:

      • Dari penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa karena adanya penurunan harga saham sebesar 10%, nasabah harus melakukan deposit sebesar Rp 28.250.000 (belum termasuk biaya), ataupun deposit saham sebesar Rp 43.461.538, namun jika nasabah tidak juga melakukan top up/penambahan dana ataupun deposit hingga lebih dari 3 (tiga) hari, maka jumlah forced sell yang akan dikenakan dari akun marjin nasabah yaitu sebesar Rp 80.714.285 (belum termasuk biaya).
      • Setelah forced sell sebesar Rp 80.714.285, maka rasio marjin kembali menjadi 65%. Perhitungannya sebagai berikut: 

      495.000.000 (nilai harga saham setelah penurunan) + 43.461.538 = Rp 538.461.538

      • Setelah deposit saham sebesar Rp 43.461.538, maka rasio margin kembali menjadi 65%. Perhitungannya sebagai berikut:

      350.000.000 - 80.714.285 / 495.000.000 - 80.714.285

      = 65%

      Apa itu Margin Call?

      Margin call merupakan batas presentase yang mengharuskan Nasabah untuk menambah jumlah uang setoran, sebagai akibat dari turunnya harga saham yang dimiliki (dalam hal ini rasio yang ditentukan oleh IDX adalah sebesar 65%).

    Not yet a client?
  • Marginable Securities dikeluarkan oleh Bursa Efek tiap akhir bulan yang berlaku untuk bulan berikutnya.

    • Marginable Securities

      Marginable Securities

      Marginable Securities dikeluarkan oleh Bursa Efek tiap akhir bulan yang berlaku untuk bulan berikutnya.

      Persentase

       

      Diatur oleh IDX

       

      Trigger Limits

      Untuk Compliance

       

      Pinjaman/Jaminan

      Margin Awal

       

      50%

      Margin Call

       

      65%

      Forced Selling / Penjualan

       

      80% atau 3 hari berturut-turut dalam posisi Margin Call

      Konvensi yang digunakan

       

      X (dengan jaminan senilai 100% dari nilai pasar)

      1. Jika nilai Jaminan Pembiayaan mengalami penurunan sehingga nilai pembiayaan melebihi 65% dari nilai Jaminan Pembiayaan, maka Perusahaan Efek wajib melakukan Permintaan Pemenuhan Jaminan kepada nasabahnya dan nasabah wajib memenuhi Permintaan Pemenuhan Jaminan, sehingga nilai pembiayaan tidak melebihi 65% dari nilai Jaminan Pembiayaan.
      2. Dengan fasilitas pembiayaan marjin, nasabah tidak perlu melakukan top up/penambahan dana ataupun forced sell di hari ke-5 (lima) seperti halnya rekening reguler, kecuali rasio marjin menjadi di atas 65%.
      3. Nilai saham yang dimiliki ditetapkan secara harian, yaitu pada harga pasar terakhir dari hari sebelumnya.
      4. Mohon hubungi Investment Consultant atau Pelayanan Pelanggan kami bila Anda memerlukan bantuan.

    Not yet a client?
  • Berikut adalah beberapa risiko utama yang ada dalam trading marjin

    • Leverage
    • Margin call
    • Ekspos dan trading yang melewati batas
    • Track Record
    • Electronic Trading

      Leverage

      Pembiayaan Marjin adalah sebuah produk pendanaan. Profil risiko dan imbal baliknya diperbesar beberapa kali lipat. Dengan jumlah marjin awal yang dibutuhkan untuk melakukan transaksi dengan relatif lebih kecil dibandingkan dengan nilai transaksi, pergerakan pasar yang relatif kecil akan memiliki dampak yang lebih besar secara proporsional yang dapat mengakibatkan kerugian yang melebihi marjin awal/modal yang ditanamkan.

      Margin call

      Bila pasar bergerak melawan arah dari yang Anda miliki, hal ini akan dapat berdampak pada marjin call atau permintaan untuk menambah deposit dana bersamaan dengan perusahaan yang menutup kekurangan akan tingkat marjin yang dibutuhkan untuk mempertahankan posisi.

      Jika Anda tidak dapat memberikan dana tambahan, broker Anda dapat menutup posisi tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada Anda. Anda juga masih bertanggung jawab terhadap kerugian lebih lanjut yang disebabkan oleh hal ini.

      Ekspos dan trading yang melewati batas

      Investor seringkali hanya melihat marjin yang dibutuhkan dan seringkali kurang sadar dan mengambil nilai kontrak sepenuhnya ke dalam akunnya. Saat trading dengan kontrak yang berjumlah besar, potensi eksposur dari kontrak-kontrak tersebut dapat melebihi sumber finansial investor secara signifikan.

      Track Record

      Nasabah yang dapat memperoleh fasilitas marjin adalah Nasabah yang telah memiliki Rekening Reguler selama 1 bulan dan melakukan transaksi minimal 20 kali transaksi.

      Electronic Trading

      Apakah risiko electronic trading / perdagangan elektronik yang saya butuh perhatikan?

      • Password / Kata Kunci
        Selalu simpan kata kunci trading online Anda agar tetap menjadi rahasia dan ubahlah secara teratur. Kosongkan sejarah dan cache browser Anda setiap sesi selesai agar informasi akun Anda dibersihkan. Anda disarankan untuk tidak menggunakan fungsi “Auto Complete” untuk menyimpan User ID dan Password (Kata Kunci) karena fungsi ini dapat menyimpan dan mendaftar kemungkinan yang cocok dari entri yang telah Anda ketik sebelumnya.
      • Virus, Spywares dan Adwares
        Selalu instalasikan komputer/ponsel Anda dengan anti-virus perangkat lunak dan program spyware. Scan komputer/ponsel Anda secara teratur untuk mengkarantina dan menghapus Virus / Spyware / Adware yang mungkin ada. Hindari pengunduhan program dan lampiran email dari sumber-sumber yang tidak diketahui dan mencurigakan.
      • Phishing
        Phishing adalah sebuah aksi untuk memperoleh informasi sensitif, seperti username, password (kata kunci) dan rincian kartu kredit, dengan menyamar sebagai entitas yang terpercaya dalam komunikasi elektronik. Hal ini biasanya dilakukan melalui email atau pesan singkat, dan seringkali mengarahkan pengguna untuk memasukkan detil pada sebuah situs web.
        JANGAN PERNAH memberitahukan password (kata kunci) Anda kepada orang lain. Berhati-hatilah pada email atau pesan singkat apapun yang meminta Anda untuk menyediakan informasi akun yang sensitif. Bila Anda menerima email atau pesan singkat seperti ini, jangan balas atau pun meng-klik pada tautan dalam email atau pesan singkat.
      • Pemesanan
        Dalam dunia trading elektronik, Anda dapat mengalami situasi seperti tidak dapat menarik pemesanan yang salah pada saat tersebut karena kecepatan koneksi internet atau mengalami keterlambatan saat transmisi pemesanan dan konfirmasi dari eksekusi pemesanan.

    Not yet a client?
  • Fasilitas Pembiayaan Marjin Maybank Kim Eng memungkinkan Anda memperluas dan memaksimalkan peluang trading Anda. 

    • Sekilas Tentang Marjin

      Sekilas Tentang Marjin

      Mengapa menggunakan fasilitas pembiayaan (Marjin)?

      • Daya beli investor terhadap saham dapat meningkat.
      • Mendapatkan bunga lebih murah dibandingkan dengan penggunaan rekening reguler, yaitu sebesar 17% per tahunnya.
      • Transaksi menjadi lebih maksimal dibanding jaminan awal.

      Contoh perbedaan antara Rekening Marjin dan Rekening Reguler :

      Rekening Margin

       

      Rekening Reguler

      Dengan saham deposit senilai Rp 200.000.000 dan nilai valuasi saham sebesar 100%, nasabah mendapatkan fasilitas pembiayaan maksimal sebesar Rp 400.000.000.

       

      Dengan saham deposit senilai Rp 200.000.000 yang telah diperhitungkan nilai valuasi saham sebesar 80%, nasabah hanya mendapatkan limit transaksi sebesar Rp 160.000.000.

      Denda keterlambatan sebesar 17%.

       

      Denda keterlambatan sebesar 22%.

      Jika tidak melakukan deposit dana T+5 maka tidak dilakukan force selling.

       

      Jika tidak melakukan deposit dana T+5 maka akan dilakukan force selling.

    Not yet a client?
  • Maybank Kim Eng Securities memiliki beberapa persyaratan untuk membuka rekening marjin.

    • Cara Kerja Marjin

      Cara Kerja Marjin

      Syarat membuka rekening marjin Maybank Kim Eng Securities:

      • Memiliki rekening reguler di Maybank Kim Eng Securities selama 1 (satu) bulan dan telah melakukan sekurang-kurangnya 20 (dua puluh) kali transaksi.
      • Memiliki nilai jaminan sekurang-kurangnya Rp 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah) atau 200% (dua ratus persen) dari nilai pembelian Efek pada saat transaksi atau, tergantung mana yang lebih tinggi.
      • Persyaratan Efek yang dapat ditransaksikan dengan pembiayaan penyelesaian transaksi Efek dan yang dapat digunakan sebagai Jaminan Pembiayaan sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Bursa Efek dalam peraturan Otoritas Jasa Keuangan (d.h. Bapepam) no V.D.6. Pemberian Fasilitias Transaksi Margin.

    Not yet a client?
  • Margin call merupakan batas presentase yang mengharuskan Nasabah untuk menambah jumlah uang setoran, sebagai akibat dari turunnya harga saham yang dimiliki (dalam hal ini rasio yang ditentukan oleh IDX adalah sebesar 65%).

    • Rasio Pembiayaan
    • Bagaimana cara menghitung rasio marjin?
    • Bagaimana mengembalikan rasio marjin menjadi 65%?
    • Apa itu Margin Call?

      Rasio Pembiayaan

      Rasio pembiayaan (Margin Ratio) berarti perbandingan antara total nilai Fasilitas Pembiayaan yang digunakan oleh Nasabah untuk Transaksi Marjin dengan nilai Jaminan Pembiayaan (jika berupa Efek nilainya sesuai dengan Daftar Efek yang Dapat Dijaminkan oleh Perusahaan/ DEDJP) yang diserahkan oleh Nasabah kepada PT Maybank Kim Eng Securities (PT MKES).

      Bagaimana cara menghitung rasio marjin?

      Cara menghitung rasio marjin:

      Total transaksi pembelian saham nett ⁄ Jumlah keseluruhan saham × 100

      Contoh:

      Deposit awal                                        : Rp 200.000.000

      Total transaksi pembelian saham           : Rp 550.000.000

      Total transaksi pembelian saham nett    : 550.000.000 – 200.000.000 (Deposit awal) = 350.000.000

      Rasio marjin                                         : 350.000.000 ⁄ 550.000.000 × 100 = 63,64%

      Keterangan:

      • Karena rasio marjin masih berada di 63,64%, nasabah masih dapat membeli saham hingga batas maksimal, yaitu pada rasio marjin sebesar 65%.
      • Cara menghitung batas maksimal pembelian saham di rasio 65%: 

         Pembiayaan marjin - (Total saham yang dibeli × Rasio marjin maksimum) ⁄ 1 - rasio marjin maksimum

         = 350.000.000 - (500.000.000 × 0,65) ⁄ 1 - 0,65

         = 350.000.000 - 375.500.000 ⁄ 0,35

         = (7.500.000) ⁄ 0,35

         = (21.428.571)

      Dari penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa sisa limit yang belum digunakan dan bisa digunakan untuk pembelian saham yaitu sebesar Rp 21.428.571,- atau sebesar maksimal dari fasilitas pembiayaan yang disetujui, tergantung mana yang lebih rendah.

      • Jika nilai pembelian yang dimasukkan melebihi batas maksimal, misalnya sebesar
        Rp 24.500.000,- sistem akan secara otomatis menolak pemasukan saham tersebut karena telah melebihi batas maksimal rasio.

       

      Bagaimana mengembalikan rasio marjin menjadi 65%?

      Terdapat dua cara untuk mengembalikan rasio marjin ke 65%:

      1. Deposit dana atau saham marjin

      Apabila terjadi penurunan saham yang mengakibatkan rasio naik menjadi lebih dari 65%, maka nasabah harus melakukan deposit dana atau saham marjin agar rasio kembali menjadi 65%.

      Contoh:

      Deposit awal                                         : Rp 200.000.000

      Total transaksi pembelian saham            : Rp 550.000.000

      Total transaksi pembelian saham nett     : 550.000.000 – 200.000.000 (deposit awal) = 350.000.000

      Nilai penurunan harga saham sebesar 10%:

      = 550.000.000 (total transaksi pembelian saham) x 10% (penurunan saham)

      = 55.000.000

      Nilai harga saham setelah penurunan 10%:    

      = 550.000.000 (total transaksi pembelian saham) - 55.000.000 (penurunan saham)

      = 495.000.000

      Rasio margin setelah penurunan saham: 

      Total transaksi pembelian saham nett ⁄ Jumlah keseluruhan saham × 100

      = 350.000.000 ⁄ 495.000.000 × 100 = 70%

      Keterangan:

      • Karena terjadi penurunan saham sebesar 10% (Rp 55.000.000,-), maka rasio berubah menjadi 70% dan jumlah saham yang semula dibeli sebesar Rp 550.000.000,- nilainya menjadi turun, yaitu menjadi Rp 495.000.000,-
      • Untuk menurunkan rasio marjin menjadi 65%, maka nasabah harus melakukan top up/penambahan dana atau deposit saham ber-marjin atau melakukan penjualan/forced sell.


      Cara menghitung besarnya top up yang harus dilakukan ketika rasio marjin telah melebihi 65%:

      Total transaksi pembelian saham nett – (Nilai harga saham setelah penurunan x rasio marjin maksimal)

      = 350.000.000 – (495.000.000 x 0,65)

      = 350.000.000 – 321.750.000

      = 28.250.000

      Keterangan:

      • Dari penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa karena adanya penurunan harga saham sebesar 10%, nasabah harus melakukan top up/penambahan dana sebesar Rp 28.250.000 (belum termasuk fee).
      • Setelah top up/penambahan dana sebesar Rp 28.250.000, maka rasio marjin kembali menjadi 65%. Perhitungannya sebagai berikut: 

      350,000,000 - 28,250,000 ⁄ 495,000,000 × 100 = 65

      Cara menghitung besar deposit saham yang harus dilakukan ketika rasio marjin telah melebihi 65%:

      Total transaksi pembelian saham nett / 65% - Nilai harga saham setelah penurunan / 100%

      = 350,000,000 / 65% - 495,000,000 / 100%

      = 538.461.538 – 495.000.000

      = 43.461.538

      Keterangan:

      • Dari penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa karena adanya penurunan harga saham sebesar 10%, nasabah harus melakukan deposit saham ber-marjin sebesar Rp 43.461.538 (belum termasuk fee).
      • Setelah deposit saham sebesar Rp 43.461.538, maka jumlah keseluruhan saham menjadi: 

      495.000.000 (nilai harga saham setelah penurunan) + 43.461.538 = Rp 538.461.538

      • Setelah deposit saham sebesar Rp 43.461.538, maka rasio margin kembali menjadi 65%. Perhitungannya sebagai berikut:

      350.000.000 / 495.000.000 + 43.461.538 x 100

      = 350.000.000 / 538.461.538 x 100

      = 65

       

      2. Forced sell

      Jika rasio marjin telah berada di atas batas maksimal (65%) dan nasabah belum melakukan top up/penambahan dana ataupun deposit lebih dari 3 (tiga) hari, maka nasabah akan dikenakan forced sell. Cara menghitung besar forced sell yang harus dilakukan ketika rasio marjin telah melebihi 65%:

      Amount of financing - (Collateral pledge x 0,65) / 1 - 0,65

      = 350.000.000 - (495.000.000 x 0,65) / 0,35

      = 350.000.000 -321.750.000 / 0,35

      = 28.250.000 / 0,35

      = 80.714.285

      Keterangan:

      • Dari penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa karena adanya penurunan harga saham sebesar 10%, nasabah harus melakukan deposit sebesar Rp 28.250.000 (belum termasuk biaya), ataupun deposit saham sebesar Rp 43.461.538, namun jika nasabah tidak juga melakukan top up/penambahan dana ataupun deposit hingga lebih dari 3 (tiga) hari, maka jumlah forced sell yang akan dikenakan dari akun marjin nasabah yaitu sebesar Rp 80.714.285 (belum termasuk biaya).
      • Setelah forced sell sebesar Rp 80.714.285, maka rasio marjin kembali menjadi 65%. Perhitungannya sebagai berikut: 

      495.000.000 (nilai harga saham setelah penurunan) + 43.461.538 = Rp 538.461.538

      • Setelah deposit saham sebesar Rp 43.461.538, maka rasio margin kembali menjadi 65%. Perhitungannya sebagai berikut:

      350.000.000 - 80.714.285 / 495.000.000 - 80.714.285

      = 65%

      Apa itu Margin Call?

      Margin call merupakan batas presentase yang mengharuskan Nasabah untuk menambah jumlah uang setoran, sebagai akibat dari turunnya harga saham yang dimiliki (dalam hal ini rasio yang ditentukan oleh IDX adalah sebesar 65%).

    Not yet a client?
  • Marginable Securities dikeluarkan oleh Bursa Efek tiap akhir bulan yang berlaku untuk bulan berikutnya.

    • Marginable Securities

      Marginable Securities

      Marginable Securities dikeluarkan oleh Bursa Efek tiap akhir bulan yang berlaku untuk bulan berikutnya.

      Persentase

       

      Diatur oleh IDX

       

      Trigger Limits

      Untuk Compliance

       

      Pinjaman/Jaminan

      Margin Awal

       

      50%

      Margin Call

       

      65%

      Forced Selling / Penjualan

       

      80% atau 3 hari berturut-turut dalam posisi Margin Call

      Konvensi yang digunakan

       

      X (dengan jaminan senilai 100% dari nilai pasar)

      1. Jika nilai Jaminan Pembiayaan mengalami penurunan sehingga nilai pembiayaan melebihi 65% dari nilai Jaminan Pembiayaan, maka Perusahaan Efek wajib melakukan Permintaan Pemenuhan Jaminan kepada nasabahnya dan nasabah wajib memenuhi Permintaan Pemenuhan Jaminan, sehingga nilai pembiayaan tidak melebihi 65% dari nilai Jaminan Pembiayaan.
      2. Dengan fasilitas pembiayaan marjin, nasabah tidak perlu melakukan top up/penambahan dana ataupun forced sell di hari ke-5 (lima) seperti halnya rekening reguler, kecuali rasio marjin menjadi di atas 65%.
      3. Nilai saham yang dimiliki ditetapkan secara harian, yaitu pada harga pasar terakhir dari hari sebelumnya.
      4. Mohon hubungi Investment Consultant atau Pelayanan Pelanggan kami bila Anda memerlukan bantuan.

    Not yet a client?
  • Berikut adalah beberapa risiko utama yang ada dalam trading marjin

    • Leverage
    • Margin call
    • Ekspos dan trading yang melewati batas
    • Track Record
    • Electronic Trading

      Leverage

      Pembiayaan Marjin adalah sebuah produk pendanaan. Profil risiko dan imbal baliknya diperbesar beberapa kali lipat. Dengan jumlah marjin awal yang dibutuhkan untuk melakukan transaksi dengan relatif lebih kecil dibandingkan dengan nilai transaksi, pergerakan pasar yang relatif kecil akan memiliki dampak yang lebih besar secara proporsional yang dapat mengakibatkan kerugian yang melebihi marjin awal/modal yang ditanamkan.

      Margin call

      Bila pasar bergerak melawan arah dari yang Anda miliki, hal ini akan dapat berdampak pada marjin call atau permintaan untuk menambah deposit dana bersamaan dengan perusahaan yang menutup kekurangan akan tingkat marjin yang dibutuhkan untuk mempertahankan posisi.

      Jika Anda tidak dapat memberikan dana tambahan, broker Anda dapat menutup posisi tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada Anda. Anda juga masih bertanggung jawab terhadap kerugian lebih lanjut yang disebabkan oleh hal ini.

      Ekspos dan trading yang melewati batas

      Investor seringkali hanya melihat marjin yang dibutuhkan dan seringkali kurang sadar dan mengambil nilai kontrak sepenuhnya ke dalam akunnya. Saat trading dengan kontrak yang berjumlah besar, potensi eksposur dari kontrak-kontrak tersebut dapat melebihi sumber finansial investor secara signifikan.

      Track Record

      Nasabah yang dapat memperoleh fasilitas marjin adalah Nasabah yang telah memiliki Rekening Reguler selama 1 bulan dan melakukan transaksi minimal 20 kali transaksi.

      Electronic Trading

      Apakah risiko electronic trading / perdagangan elektronik yang saya butuh perhatikan?

      • Password / Kata Kunci
        Selalu simpan kata kunci trading online Anda agar tetap menjadi rahasia dan ubahlah secara teratur. Kosongkan sejarah dan cache browser Anda setiap sesi selesai agar informasi akun Anda dibersihkan. Anda disarankan untuk tidak menggunakan fungsi “Auto Complete” untuk menyimpan User ID dan Password (Kata Kunci) karena fungsi ini dapat menyimpan dan mendaftar kemungkinan yang cocok dari entri yang telah Anda ketik sebelumnya.
      • Virus, Spywares dan Adwares
        Selalu instalasikan komputer/ponsel Anda dengan anti-virus perangkat lunak dan program spyware. Scan komputer/ponsel Anda secara teratur untuk mengkarantina dan menghapus Virus / Spyware / Adware yang mungkin ada. Hindari pengunduhan program dan lampiran email dari sumber-sumber yang tidak diketahui dan mencurigakan.
      • Phishing
        Phishing adalah sebuah aksi untuk memperoleh informasi sensitif, seperti username, password (kata kunci) dan rincian kartu kredit, dengan menyamar sebagai entitas yang terpercaya dalam komunikasi elektronik. Hal ini biasanya dilakukan melalui email atau pesan singkat, dan seringkali mengarahkan pengguna untuk memasukkan detil pada sebuah situs web.
        JANGAN PERNAH memberitahukan password (kata kunci) Anda kepada orang lain. Berhati-hatilah pada email atau pesan singkat apapun yang meminta Anda untuk menyediakan informasi akun yang sensitif. Bila Anda menerima email atau pesan singkat seperti ini, jangan balas atau pun meng-klik pada tautan dalam email atau pesan singkat.
      • Pemesanan
        Dalam dunia trading elektronik, Anda dapat mengalami situasi seperti tidak dapat menarik pemesanan yang salah pada saat tersebut karena kecepatan koneksi internet atau mengalami keterlambatan saat transmisi pemesanan dan konfirmasi dari eksekusi pemesanan.

    Not yet a client?
  • Fasilitas Pembiayaan Marjin Maybank Kim Eng memungkinkan Anda memperluas dan memaksimalkan peluang trading Anda. 

    • Sekilas Tentang Marjin

      Sekilas Tentang Marjin

      Mengapa menggunakan fasilitas pembiayaan (Marjin)?

      • Daya beli investor terhadap saham dapat meningkat.
      • Mendapatkan bunga lebih murah dibandingkan dengan penggunaan rekening reguler, yaitu sebesar 17% per tahunnya.
      • Transaksi menjadi lebih maksimal dibanding jaminan awal.

      Contoh perbedaan antara Rekening Marjin dan Rekening Reguler :

      Rekening Margin

       

      Rekening Reguler

      Dengan saham deposit senilai Rp 200.000.000 dan nilai valuasi saham sebesar 100%, nasabah mendapatkan fasilitas pembiayaan maksimal sebesar Rp 400.000.000.

       

      Dengan saham deposit senilai Rp 200.000.000 yang telah diperhitungkan nilai valuasi saham sebesar 80%, nasabah hanya mendapatkan limit transaksi sebesar Rp 160.000.000.

      Denda keterlambatan sebesar 17%.

       

      Denda keterlambatan sebesar 22%.

      Jika tidak melakukan deposit dana T+5 maka tidak dilakukan force selling.

       

      Jika tidak melakukan deposit dana T+5 maka akan dilakukan force selling.

    Not yet a client?
  • Maybank Kim Eng Securities memiliki beberapa persyaratan untuk membuka rekening marjin.

    • Cara Kerja Marjin

      Cara Kerja Marjin

      Syarat membuka rekening marjin Maybank Kim Eng Securities:

      • Memiliki rekening reguler di Maybank Kim Eng Securities selama 1 (satu) bulan dan telah melakukan sekurang-kurangnya 20 (dua puluh) kali transaksi.
      • Memiliki nilai jaminan sekurang-kurangnya Rp 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah) atau 200% (dua ratus persen) dari nilai pembelian Efek pada saat transaksi atau, tergantung mana yang lebih tinggi.
      • Persyaratan Efek yang dapat ditransaksikan dengan pembiayaan penyelesaian transaksi Efek dan yang dapat digunakan sebagai Jaminan Pembiayaan sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Bursa Efek dalam peraturan Otoritas Jasa Keuangan (d.h. Bapepam) no V.D.6. Pemberian Fasilitias Transaksi Margin.

    Not yet a client?
  • Margin call merupakan batas presentase yang mengharuskan Nasabah untuk menambah jumlah uang setoran, sebagai akibat dari turunnya harga saham yang dimiliki (dalam hal ini rasio yang ditentukan oleh IDX adalah sebesar 65%).

    • Rasio Pembiayaan
    • Bagaimana cara menghitung rasio marjin?
    • Bagaimana mengembalikan rasio marjin menjadi 65%?
    • Apa itu Margin Call?

      Rasio Pembiayaan

      Rasio pembiayaan (Margin Ratio) berarti perbandingan antara total nilai Fasilitas Pembiayaan yang digunakan oleh Nasabah untuk Transaksi Marjin dengan nilai Jaminan Pembiayaan (jika berupa Efek nilainya sesuai dengan Daftar Efek yang Dapat Dijaminkan oleh Perusahaan/ DEDJP) yang diserahkan oleh Nasabah kepada PT Maybank Kim Eng Securities (PT MKES).

      Bagaimana cara menghitung rasio marjin?

      Cara menghitung rasio marjin:

      Total transaksi pembelian saham nett ⁄ Jumlah keseluruhan saham × 100

      Contoh:

      Deposit awal                                        : Rp 200.000.000

      Total transaksi pembelian saham           : Rp 550.000.000

      Total transaksi pembelian saham nett    : 550.000.000 – 200.000.000 (Deposit awal) = 350.000.000

      Rasio marjin                                         : 350.000.000 ⁄ 550.000.000 × 100 = 63,64%

      Keterangan:

      • Karena rasio marjin masih berada di 63,64%, nasabah masih dapat membeli saham hingga batas maksimal, yaitu pada rasio marjin sebesar 65%.
      • Cara menghitung batas maksimal pembelian saham di rasio 65%: 

         Pembiayaan marjin - (Total saham yang dibeli × Rasio marjin maksimum) ⁄ 1 - rasio marjin maksimum

         = 350.000.000 - (500.000.000 × 0,65) ⁄ 1 - 0,65

         = 350.000.000 - 375.500.000 ⁄ 0,35

         = (7.500.000) ⁄ 0,35

         = (21.428.571)

      Dari penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa sisa limit yang belum digunakan dan bisa digunakan untuk pembelian saham yaitu sebesar Rp 21.428.571,- atau sebesar maksimal dari fasilitas pembiayaan yang disetujui, tergantung mana yang lebih rendah.

      • Jika nilai pembelian yang dimasukkan melebihi batas maksimal, misalnya sebesar
        Rp 24.500.000,- sistem akan secara otomatis menolak pemasukan saham tersebut karena telah melebihi batas maksimal rasio.

       

      Bagaimana mengembalikan rasio marjin menjadi 65%?

      Terdapat dua cara untuk mengembalikan rasio marjin ke 65%:

      1. Deposit dana atau saham marjin

      Apabila terjadi penurunan saham yang mengakibatkan rasio naik menjadi lebih dari 65%, maka nasabah harus melakukan deposit dana atau saham marjin agar rasio kembali menjadi 65%.

      Contoh:

      Deposit awal                                         : Rp 200.000.000

      Total transaksi pembelian saham            : Rp 550.000.000

      Total transaksi pembelian saham nett     : 550.000.000 – 200.000.000 (deposit awal) = 350.000.000

      Nilai penurunan harga saham sebesar 10%:

      = 550.000.000 (total transaksi pembelian saham) x 10% (penurunan saham)

      = 55.000.000

      Nilai harga saham setelah penurunan 10%:    

      = 550.000.000 (total transaksi pembelian saham) - 55.000.000 (penurunan saham)

      = 495.000.000

      Rasio margin setelah penurunan saham: 

      Total transaksi pembelian saham nett ⁄ Jumlah keseluruhan saham × 100

      = 350.000.000 ⁄ 495.000.000 × 100 = 70%

      Keterangan:

      • Karena terjadi penurunan saham sebesar 10% (Rp 55.000.000,-), maka rasio berubah menjadi 70% dan jumlah saham yang semula dibeli sebesar Rp 550.000.000,- nilainya menjadi turun, yaitu menjadi Rp 495.000.000,-
      • Untuk menurunkan rasio marjin menjadi 65%, maka nasabah harus melakukan top up/penambahan dana atau deposit saham ber-marjin atau melakukan penjualan/forced sell.


      Cara menghitung besarnya top up yang harus dilakukan ketika rasio marjin telah melebihi 65%:

      Total transaksi pembelian saham nett – (Nilai harga saham setelah penurunan x rasio marjin maksimal)

      = 350.000.000 – (495.000.000 x 0,65)

      = 350.000.000 – 321.750.000

      = 28.250.000

      Keterangan:

      • Dari penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa karena adanya penurunan harga saham sebesar 10%, nasabah harus melakukan top up/penambahan dana sebesar Rp 28.250.000 (belum termasuk fee).
      • Setelah top up/penambahan dana sebesar Rp 28.250.000, maka rasio marjin kembali menjadi 65%. Perhitungannya sebagai berikut: 

      350,000,000 - 28,250,000 ⁄ 495,000,000 × 100 = 65

      Cara menghitung besar deposit saham yang harus dilakukan ketika rasio marjin telah melebihi 65%:

      Total transaksi pembelian saham nett / 65% - Nilai harga saham setelah penurunan / 100%

      = 350,000,000 / 65% - 495,000,000 / 100%

      = 538.461.538 – 495.000.000

      = 43.461.538

      Keterangan:

      • Dari penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa karena adanya penurunan harga saham sebesar 10%, nasabah harus melakukan deposit saham ber-marjin sebesar Rp 43.461.538 (belum termasuk fee).
      • Setelah deposit saham sebesar Rp 43.461.538, maka jumlah keseluruhan saham menjadi: 

      495.000.000 (nilai harga saham setelah penurunan) + 43.461.538 = Rp 538.461.538

      • Setelah deposit saham sebesar Rp 43.461.538, maka rasio margin kembali menjadi 65%. Perhitungannya sebagai berikut:

      350.000.000 / 495.000.000 + 43.461.538 x 100

      = 350.000.000 / 538.461.538 x 100

      = 65

       

      2. Forced sell

      Jika rasio marjin telah berada di atas batas maksimal (65%) dan nasabah belum melakukan top up/penambahan dana ataupun deposit lebih dari 3 (tiga) hari, maka nasabah akan dikenakan forced sell. Cara menghitung besar forced sell yang harus dilakukan ketika rasio marjin telah melebihi 65%:

      Amount of financing - (Collateral pledge x 0,65) / 1 - 0,65

      = 350.000.000 - (495.000.000 x 0,65) / 0,35

      = 350.000.000 -321.750.000 / 0,35

      = 28.250.000 / 0,35

      = 80.714.285

      Keterangan:

      • Dari penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa karena adanya penurunan harga saham sebesar 10%, nasabah harus melakukan deposit sebesar Rp 28.250.000 (belum termasuk biaya), ataupun deposit saham sebesar Rp 43.461.538, namun jika nasabah tidak juga melakukan top up/penambahan dana ataupun deposit hingga lebih dari 3 (tiga) hari, maka jumlah forced sell yang akan dikenakan dari akun marjin nasabah yaitu sebesar Rp 80.714.285 (belum termasuk biaya).
      • Setelah forced sell sebesar Rp 80.714.285, maka rasio marjin kembali menjadi 65%. Perhitungannya sebagai berikut: 

      495.000.000 (nilai harga saham setelah penurunan) + 43.461.538 = Rp 538.461.538

      • Setelah deposit saham sebesar Rp 43.461.538, maka rasio margin kembali menjadi 65%. Perhitungannya sebagai berikut:

      350.000.000 - 80.714.285 / 495.000.000 - 80.714.285

      = 65%

      Apa itu Margin Call?

      Margin call merupakan batas presentase yang mengharuskan Nasabah untuk menambah jumlah uang setoran, sebagai akibat dari turunnya harga saham yang dimiliki (dalam hal ini rasio yang ditentukan oleh IDX adalah sebesar 65%).

    Not yet a client?
  • Marginable Securities dikeluarkan oleh Bursa Efek tiap akhir bulan yang berlaku untuk bulan berikutnya.

    • Marginable Securities

      Marginable Securities

      Marginable Securities dikeluarkan oleh Bursa Efek tiap akhir bulan yang berlaku untuk bulan berikutnya.

      Persentase

       

      Diatur oleh IDX

       

      Trigger Limits

      Untuk Compliance

       

      Pinjaman/Jaminan

      Margin Awal

       

      50%

      Margin Call

       

      65%

      Forced Selling / Penjualan

       

      80% atau 3 hari berturut-turut dalam posisi Margin Call

      Konvensi yang digunakan

       

      X (dengan jaminan senilai 100% dari nilai pasar)

      1. Jika nilai Jaminan Pembiayaan mengalami penurunan sehingga nilai pembiayaan melebihi 65% dari nilai Jaminan Pembiayaan, maka Perusahaan Efek wajib melakukan Permintaan Pemenuhan Jaminan kepada nasabahnya dan nasabah wajib memenuhi Permintaan Pemenuhan Jaminan, sehingga nilai pembiayaan tidak melebihi 65% dari nilai Jaminan Pembiayaan.
      2. Dengan fasilitas pembiayaan marjin, nasabah tidak perlu melakukan top up/penambahan dana ataupun forced sell di hari ke-5 (lima) seperti halnya rekening reguler, kecuali rasio marjin menjadi di atas 65%.
      3. Nilai saham yang dimiliki ditetapkan secara harian, yaitu pada harga pasar terakhir dari hari sebelumnya.
      4. Mohon hubungi Investment Consultant atau Pelayanan Pelanggan kami bila Anda memerlukan bantuan.

    Not yet a client?
  • Berikut adalah beberapa risiko utama yang ada dalam trading marjin

    • Leverage
    • Margin call
    • Ekspos dan trading yang melewati batas
    • Track Record
    • Electronic Trading

      Leverage

      Pembiayaan Marjin adalah sebuah produk pendanaan. Profil risiko dan imbal baliknya diperbesar beberapa kali lipat. Dengan jumlah marjin awal yang dibutuhkan untuk melakukan transaksi dengan relatif lebih kecil dibandingkan dengan nilai transaksi, pergerakan pasar yang relatif kecil akan memiliki dampak yang lebih besar secara proporsional yang dapat mengakibatkan kerugian yang melebihi marjin awal/modal yang ditanamkan.

      Margin call

      Bila pasar bergerak melawan arah dari yang Anda miliki, hal ini akan dapat berdampak pada marjin call atau permintaan untuk menambah deposit dana bersamaan dengan perusahaan yang menutup kekurangan akan tingkat marjin yang dibutuhkan untuk mempertahankan posisi.

      Jika Anda tidak dapat memberikan dana tambahan, broker Anda dapat menutup posisi tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada Anda. Anda juga masih bertanggung jawab terhadap kerugian lebih lanjut yang disebabkan oleh hal ini.

      Ekspos dan trading yang melewati batas

      Investor seringkali hanya melihat marjin yang dibutuhkan dan seringkali kurang sadar dan mengambil nilai kontrak sepenuhnya ke dalam akunnya. Saat trading dengan kontrak yang berjumlah besar, potensi eksposur dari kontrak-kontrak tersebut dapat melebihi sumber finansial investor secara signifikan.

      Track Record

      Nasabah yang dapat memperoleh fasilitas marjin adalah Nasabah yang telah memiliki Rekening Reguler selama 1 bulan dan melakukan transaksi minimal 20 kali transaksi.

      Electronic Trading

      Apakah risiko electronic trading / perdagangan elektronik yang saya butuh perhatikan?

      • Password / Kata Kunci
        Selalu simpan kata kunci trading online Anda agar tetap menjadi rahasia dan ubahlah secara teratur. Kosongkan sejarah dan cache browser Anda setiap sesi selesai agar informasi akun Anda dibersihkan. Anda disarankan untuk tidak menggunakan fungsi “Auto Complete” untuk menyimpan User ID dan Password (Kata Kunci) karena fungsi ini dapat menyimpan dan mendaftar kemungkinan yang cocok dari entri yang telah Anda ketik sebelumnya.
      • Virus, Spywares dan Adwares
        Selalu instalasikan komputer/ponsel Anda dengan anti-virus perangkat lunak dan program spyware. Scan komputer/ponsel Anda secara teratur untuk mengkarantina dan menghapus Virus / Spyware / Adware yang mungkin ada. Hindari pengunduhan program dan lampiran email dari sumber-sumber yang tidak diketahui dan mencurigakan.
      • Phishing
        Phishing adalah sebuah aksi untuk memperoleh informasi sensitif, seperti username, password (kata kunci) dan rincian kartu kredit, dengan menyamar sebagai entitas yang terpercaya dalam komunikasi elektronik. Hal ini biasanya dilakukan melalui email atau pesan singkat, dan seringkali mengarahkan pengguna untuk memasukkan detil pada sebuah situs web.
        JANGAN PERNAH memberitahukan password (kata kunci) Anda kepada orang lain. Berhati-hatilah pada email atau pesan singkat apapun yang meminta Anda untuk menyediakan informasi akun yang sensitif. Bila Anda menerima email atau pesan singkat seperti ini, jangan balas atau pun meng-klik pada tautan dalam email atau pesan singkat.
      • Pemesanan
        Dalam dunia trading elektronik, Anda dapat mengalami situasi seperti tidak dapat menarik pemesanan yang salah pada saat tersebut karena kecepatan koneksi internet atau mengalami keterlambatan saat transmisi pemesanan dan konfirmasi dari eksekusi pemesanan.

    Not yet a client?
  • Fasilitas Pembiayaan Marjin Maybank Kim Eng memungkinkan Anda memperluas dan memaksimalkan peluang trading Anda. 

    • Sekilas Tentang Marjin

      Sekilas Tentang Marjin

      Mengapa menggunakan fasilitas pembiayaan (Marjin)?

      • Daya beli investor terhadap saham dapat meningkat.
      • Mendapatkan bunga lebih murah dibandingkan dengan penggunaan rekening reguler, yaitu sebesar 17% per tahunnya.
      • Transaksi menjadi lebih maksimal dibanding jaminan awal.

      Contoh perbedaan antara Rekening Marjin dan Rekening Reguler :

      Rekening Margin

       

      Rekening Reguler

      Dengan saham deposit senilai Rp 200.000.000 dan nilai valuasi saham sebesar 100%, nasabah mendapatkan fasilitas pembiayaan maksimal sebesar Rp 400.000.000.

       

      Dengan saham deposit senilai Rp 200.000.000 yang telah diperhitungkan nilai valuasi saham sebesar 80%, nasabah hanya mendapatkan limit transaksi sebesar Rp 160.000.000.

      Denda keterlambatan sebesar 17%.

       

      Denda keterlambatan sebesar 22%.

      Jika tidak melakukan deposit dana T+5 maka tidak dilakukan force selling.

       

      Jika tidak melakukan deposit dana T+5 maka akan dilakukan force selling.

    Not yet a client?
  • Maybank Kim Eng Securities memiliki beberapa persyaratan untuk membuka rekening marjin.

    • Cara Kerja Marjin

      Cara Kerja Marjin

      Syarat membuka rekening marjin Maybank Kim Eng Securities:

      • Memiliki rekening reguler di Maybank Kim Eng Securities selama 1 (satu) bulan dan telah melakukan sekurang-kurangnya 20 (dua puluh) kali transaksi.
      • Memiliki nilai jaminan sekurang-kurangnya Rp 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah) atau 200% (dua ratus persen) dari nilai pembelian Efek pada saat transaksi atau, tergantung mana yang lebih tinggi.
      • Persyaratan Efek yang dapat ditransaksikan dengan pembiayaan penyelesaian transaksi Efek dan yang dapat digunakan sebagai Jaminan Pembiayaan sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Bursa Efek dalam peraturan Otoritas Jasa Keuangan (d.h. Bapepam) no V.D.6. Pemberian Fasilitias Transaksi Margin.

    Not yet a client?
  • Margin call merupakan batas presentase yang mengharuskan Nasabah untuk menambah jumlah uang setoran, sebagai akibat dari turunnya harga saham yang dimiliki (dalam hal ini rasio yang ditentukan oleh IDX adalah sebesar 65%).

    • Rasio Pembiayaan
    • Bagaimana cara menghitung rasio marjin?
    • Bagaimana mengembalikan rasio marjin menjadi 65%?
    • Apa itu Margin Call?

      Rasio Pembiayaan

      Rasio pembiayaan (Margin Ratio) berarti perbandingan antara total nilai Fasilitas Pembiayaan yang digunakan oleh Nasabah untuk Transaksi Marjin dengan nilai Jaminan Pembiayaan (jika berupa Efek nilainya sesuai dengan Daftar Efek yang Dapat Dijaminkan oleh Perusahaan/ DEDJP) yang diserahkan oleh Nasabah kepada PT Maybank Kim Eng Securities (PT MKES).

      Bagaimana cara menghitung rasio marjin?

      Cara menghitung rasio marjin:

      Total transaksi pembelian saham nett ⁄ Jumlah keseluruhan saham × 100

      Contoh:

      Deposit awal                                        : Rp 200.000.000

      Total transaksi pembelian saham           : Rp 550.000.000

      Total transaksi pembelian saham nett    : 550.000.000 – 200.000.000 (Deposit awal) = 350.000.000

      Rasio marjin                                         : 350.000.000 ⁄ 550.000.000 × 100 = 63,64%

      Keterangan:

      • Karena rasio marjin masih berada di 63,64%, nasabah masih dapat membeli saham hingga batas maksimal, yaitu pada rasio marjin sebesar 65%.
      • Cara menghitung batas maksimal pembelian saham di rasio 65%: 

         Pembiayaan marjin - (Total saham yang dibeli × Rasio marjin maksimum) ⁄ 1 - rasio marjin maksimum

         = 350.000.000 - (500.000.000 × 0,65) ⁄ 1 - 0,65

         = 350.000.000 - 375.500.000 ⁄ 0,35

         = (7.500.000) ⁄ 0,35

         = (21.428.571)

      Dari penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa sisa limit yang belum digunakan dan bisa digunakan untuk pembelian saham yaitu sebesar Rp 21.428.571,- atau sebesar maksimal dari fasilitas pembiayaan yang disetujui, tergantung mana yang lebih rendah.

      • Jika nilai pembelian yang dimasukkan melebihi batas maksimal, misalnya sebesar
        Rp 24.500.000,- sistem akan secara otomatis menolak pemasukan saham tersebut karena telah melebihi batas maksimal rasio.

       

      Bagaimana mengembalikan rasio marjin menjadi 65%?

      Terdapat dua cara untuk mengembalikan rasio marjin ke 65%:

      1. Deposit dana atau saham marjin

      Apabila terjadi penurunan saham yang mengakibatkan rasio naik menjadi lebih dari 65%, maka nasabah harus melakukan deposit dana atau saham marjin agar rasio kembali menjadi 65%.

      Contoh:

      Deposit awal                                         : Rp 200.000.000

      Total transaksi pembelian saham            : Rp 550.000.000

      Total transaksi pembelian saham nett     : 550.000.000 – 200.000.000 (deposit awal) = 350.000.000

      Nilai penurunan harga saham sebesar 10%:

      = 550.000.000 (total transaksi pembelian saham) x 10% (penurunan saham)

      = 55.000.000

      Nilai harga saham setelah penurunan 10%:    

      = 550.000.000 (total transaksi pembelian saham) - 55.000.000 (penurunan saham)

      = 495.000.000

      Rasio margin setelah penurunan saham: 

      Total transaksi pembelian saham nett ⁄ Jumlah keseluruhan saham × 100

      = 350.000.000 ⁄ 495.000.000 × 100 = 70%

      Keterangan:

      • Karena terjadi penurunan saham sebesar 10% (Rp 55.000.000,-), maka rasio berubah menjadi 70% dan jumlah saham yang semula dibeli sebesar Rp 550.000.000,- nilainya menjadi turun, yaitu menjadi Rp 495.000.000,-
      • Untuk menurunkan rasio marjin menjadi 65%, maka nasabah harus melakukan top up/penambahan dana atau deposit saham ber-marjin atau melakukan penjualan/forced sell.


      Cara menghitung besarnya top up yang harus dilakukan ketika rasio marjin telah melebihi 65%:

      Total transaksi pembelian saham nett – (Nilai harga saham setelah penurunan x rasio marjin maksimal)

      = 350.000.000 – (495.000.000 x 0,65)

      = 350.000.000 – 321.750.000

      = 28.250.000

      Keterangan:

      • Dari penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa karena adanya penurunan harga saham sebesar 10%, nasabah harus melakukan top up/penambahan dana sebesar Rp 28.250.000 (belum termasuk fee).
      • Setelah top up/penambahan dana sebesar Rp 28.250.000, maka rasio marjin kembali menjadi 65%. Perhitungannya sebagai berikut: 

      350,000,000 - 28,250,000 ⁄ 495,000,000 × 100 = 65

      Cara menghitung besar deposit saham yang harus dilakukan ketika rasio marjin telah melebihi 65%:

      Total transaksi pembelian saham nett / 65% - Nilai harga saham setelah penurunan / 100%

      = 350,000,000 / 65% - 495,000,000 / 100%

      = 538.461.538 – 495.000.000

      = 43.461.538

      Keterangan:

      • Dari penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa karena adanya penurunan harga saham sebesar 10%, nasabah harus melakukan deposit saham ber-marjin sebesar Rp 43.461.538 (belum termasuk fee).
      • Setelah deposit saham sebesar Rp 43.461.538, maka jumlah keseluruhan saham menjadi: 

      495.000.000 (nilai harga saham setelah penurunan) + 43.461.538 = Rp 538.461.538

      • Setelah deposit saham sebesar Rp 43.461.538, maka rasio margin kembali menjadi 65%. Perhitungannya sebagai berikut:

      350.000.000 / 495.000.000 + 43.461.538 x 100

      = 350.000.000 / 538.461.538 x 100

      = 65

       

      2. Forced sell

      Jika rasio marjin telah berada di atas batas maksimal (65%) dan nasabah belum melakukan top up/penambahan dana ataupun deposit lebih dari 3 (tiga) hari, maka nasabah akan dikenakan forced sell. Cara menghitung besar forced sell yang harus dilakukan ketika rasio marjin telah melebihi 65%:

      Amount of financing - (Collateral pledge x 0,65) / 1 - 0,65

      = 350.000.000 - (495.000.000 x 0,65) / 0,35

      = 350.000.000 -321.750.000 / 0,35

      = 28.250.000 / 0,35

      = 80.714.285

      Keterangan:

      • Dari penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa karena adanya penurunan harga saham sebesar 10%, nasabah harus melakukan deposit sebesar Rp 28.250.000 (belum termasuk biaya), ataupun deposit saham sebesar Rp 43.461.538, namun jika nasabah tidak juga melakukan top up/penambahan dana ataupun deposit hingga lebih dari 3 (tiga) hari, maka jumlah forced sell yang akan dikenakan dari akun marjin nasabah yaitu sebesar Rp 80.714.285 (belum termasuk biaya).
      • Setelah forced sell sebesar Rp 80.714.285, maka rasio marjin kembali menjadi 65%. Perhitungannya sebagai berikut: 

      495.000.000 (nilai harga saham setelah penurunan) + 43.461.538 = Rp 538.461.538

      • Setelah deposit saham sebesar Rp 43.461.538, maka rasio margin kembali menjadi 65%. Perhitungannya sebagai berikut:

      350.000.000 - 80.714.285 / 495.000.000 - 80.714.285

      = 65%

      Apa itu Margin Call?

      Margin call merupakan batas presentase yang mengharuskan Nasabah untuk menambah jumlah uang setoran, sebagai akibat dari turunnya harga saham yang dimiliki (dalam hal ini rasio yang ditentukan oleh IDX adalah sebesar 65%).

    Not yet a client?
  • Marginable Securities dikeluarkan oleh Bursa Efek tiap akhir bulan yang berlaku untuk bulan berikutnya.

    • Marginable Securities

      Marginable Securities

      Marginable Securities dikeluarkan oleh Bursa Efek tiap akhir bulan yang berlaku untuk bulan berikutnya.

      Persentase

       

      Diatur oleh IDX

       

      Trigger Limits

      Untuk Compliance

       

      Pinjaman/Jaminan

      Margin Awal

       

      50%

      Margin Call

       

      65%

      Forced Selling / Penjualan

       

      80% atau 3 hari berturut-turut dalam posisi Margin Call

      Konvensi yang digunakan

       

      X (dengan jaminan senilai 100% dari nilai pasar)

      1. Jika nilai Jaminan Pembiayaan mengalami penurunan sehingga nilai pembiayaan melebihi 65% dari nilai Jaminan Pembiayaan, maka Perusahaan Efek wajib melakukan Permintaan Pemenuhan Jaminan kepada nasabahnya dan nasabah wajib memenuhi Permintaan Pemenuhan Jaminan, sehingga nilai pembiayaan tidak melebihi 65% dari nilai Jaminan Pembiayaan.
      2. Dengan fasilitas pembiayaan marjin, nasabah tidak perlu melakukan top up/penambahan dana ataupun forced sell di hari ke-5 (lima) seperti halnya rekening reguler, kecuali rasio marjin menjadi di atas 65%.
      3. Nilai saham yang dimiliki ditetapkan secara harian, yaitu pada harga pasar terakhir dari hari sebelumnya.
      4. Mohon hubungi Investment Consultant atau Pelayanan Pelanggan kami bila Anda memerlukan bantuan.

    Not yet a client?
  • Berikut adalah beberapa risiko utama yang ada dalam trading marjin

    • Leverage
    • Margin call
    • Ekspos dan trading yang melewati batas
    • Track Record
    • Electronic Trading

      Leverage

      Pembiayaan Marjin adalah sebuah produk pendanaan. Profil risiko dan imbal baliknya diperbesar beberapa kali lipat. Dengan jumlah marjin awal yang dibutuhkan untuk melakukan transaksi dengan relatif lebih kecil dibandingkan dengan nilai transaksi, pergerakan pasar yang relatif kecil akan memiliki dampak yang lebih besar secara proporsional yang dapat mengakibatkan kerugian yang melebihi marjin awal/modal yang ditanamkan.

      Margin call

      Bila pasar bergerak melawan arah dari yang Anda miliki, hal ini akan dapat berdampak pada marjin call atau permintaan untuk menambah deposit dana bersamaan dengan perusahaan yang menutup kekurangan akan tingkat marjin yang dibutuhkan untuk mempertahankan posisi.

      Jika Anda tidak dapat memberikan dana tambahan, broker Anda dapat menutup posisi tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada Anda. Anda juga masih bertanggung jawab terhadap kerugian lebih lanjut yang disebabkan oleh hal ini.

      Ekspos dan trading yang melewati batas

      Investor seringkali hanya melihat marjin yang dibutuhkan dan seringkali kurang sadar dan mengambil nilai kontrak sepenuhnya ke dalam akunnya. Saat trading dengan kontrak yang berjumlah besar, potensi eksposur dari kontrak-kontrak tersebut dapat melebihi sumber finansial investor secara signifikan.

      Track Record

      Nasabah yang dapat memperoleh fasilitas marjin adalah Nasabah yang telah memiliki Rekening Reguler selama 1 bulan dan melakukan transaksi minimal 20 kali transaksi.

      Electronic Trading

      Apakah risiko electronic trading / perdagangan elektronik yang saya butuh perhatikan?

      • Password / Kata Kunci
        Selalu simpan kata kunci trading online Anda agar tetap menjadi rahasia dan ubahlah secara teratur. Kosongkan sejarah dan cache browser Anda setiap sesi selesai agar informasi akun Anda dibersihkan. Anda disarankan untuk tidak menggunakan fungsi “Auto Complete” untuk menyimpan User ID dan Password (Kata Kunci) karena fungsi ini dapat menyimpan dan mendaftar kemungkinan yang cocok dari entri yang telah Anda ketik sebelumnya.
      • Virus, Spywares dan Adwares
        Selalu instalasikan komputer/ponsel Anda dengan anti-virus perangkat lunak dan program spyware. Scan komputer/ponsel Anda secara teratur untuk mengkarantina dan menghapus Virus / Spyware / Adware yang mungkin ada. Hindari pengunduhan program dan lampiran email dari sumber-sumber yang tidak diketahui dan mencurigakan.
      • Phishing
        Phishing adalah sebuah aksi untuk memperoleh informasi sensitif, seperti username, password (kata kunci) dan rincian kartu kredit, dengan menyamar sebagai entitas yang terpercaya dalam komunikasi elektronik. Hal ini biasanya dilakukan melalui email atau pesan singkat, dan seringkali mengarahkan pengguna untuk memasukkan detil pada sebuah situs web.
        JANGAN PERNAH memberitahukan password (kata kunci) Anda kepada orang lain. Berhati-hatilah pada email atau pesan singkat apapun yang meminta Anda untuk menyediakan informasi akun yang sensitif. Bila Anda menerima email atau pesan singkat seperti ini, jangan balas atau pun meng-klik pada tautan dalam email atau pesan singkat.
      • Pemesanan
        Dalam dunia trading elektronik, Anda dapat mengalami situasi seperti tidak dapat menarik pemesanan yang salah pada saat tersebut karena kecepatan koneksi internet atau mengalami keterlambatan saat transmisi pemesanan dan konfirmasi dari eksekusi pemesanan.

    Not yet a client?